Pengalaman Enaknya Bercinta dengan Guru Sekolah


Sutikno yang sudah dipanggil “Tik” sejak hari pertamanya di taman kanak-kanak- berdiri dalam kegelapan lemari. Kakinya terasa kram dan ia fobia pada gelap. Ia tak sabar ingin membuka gerendel pintu lemari itu dan keluar dari dalamnya, tapi ia tahu ia harus menunggu lima menit lagi.

Tik mengintip dari celah-celah pintu. Mengesalkan juga karena celah-celah itu menghadap ke bawah sehingga ia hanya dapat melihat lantai putih lorong sekolah. Suara bel tanda sekolah berakhir sudah berbunyi lama sebelumnya, dan Tik tahu pada saat ini hampir semua murid sudah berada di luar sekolah. Mungkin mereka sedang menunggu jemputan atau berjalan pulang. Beberapa orang yang tertinggal masih berkeliaran di lorong. Salah seorang diantaranya berhenti di depan sel penjara Tik “Semoga kau bisa keluar sebelum waktu makan malam, Tik Gendut Pantat Bau!” kata anak laki-laki itu. Lalu ia menendang pintu lemari, menimbulkan bunyi keras dari logam yang bergema memekakkan telinga. “Jangan menangis, Tik. Aku bisa melihat mata kecilmu yang basah.” Lalu sebuah tendangan lagi.

Tik memejamkan mata, dia tidak menangis, hanya sedikit berkeringat. Menarik nafas, ia menguatkan diri untuk mengabaikan anak bodoh di luar. Biasanya para penggencet akan pergi begitu saja kalau dia tetap diam.

Tik sudah memutuskan untuk menerima nasib sebagai anak yang dipilih anak lain untuk diganggu. Dengan begitu hidupnya terasa jauh lebih mudah. Ketika suasana di lorong betul-betul telah sepi, ia membuka gerendel pintu.

Pintu terbuka, mengayun keras dan menabrak lemari di sebelahnya. Tik melangkah keluar dan meregangkan tangan serta kakinya yang kram. Terkurung dua jam di lemari memang menyiksa, tapi ia tidak mempedulikannya. Ini hari Sabtu dan kedua orang tuanya telah membelikannya komputer baru untuk ulang tahunnya yang keempat belas besok. Liburan sekolah juga sudah di depan mata. Ia merasa betul-betul gembira.

Tik memastikan tidak ada seorangpun yang masih berada disana untuk menyiksanya lagi. Ia membetulkan bajunya yang kusut dan berjalan menyusuri lorong, menuju pintu terdekat yang akan membawanya pada ruangan bu Nurmala. Ia merapat ke sisi lorong ketika melihat bu Indira, guru kimianya, keluar dari ruang guru sambil membawa berkas-berkas di tangannya yang lentik.

“Hmm, Tik, kamu ‘kah itu?” wanita tinggi langsing itu berkata dengan senyum lebar memenuhi wajahnya yang cantik. “Kenapa masih disini? Tidak sabar ingin mendapatkan PR lebih banyak?” jilbab hitamnya yang lebar jatuh sempurna menutupi payudaranya yang besar. Tik tahu ibunya pasti akan berkomentar bahwa bu Indira perlu mengecilkan ukuran buah dadanya. Tapi menurut Tik, bu Indira justru kelihatan keren dengan dada seperti itu.

Bocah itu tertawa singkat, “Tidak, bu. PR dari ibu sudah banyak sekali. Saya sudah beruntung kalau bisa menyelesaikannya hari senin nanti.”

“Hmm,” jawab bu Indira. Ia meraih bahu Tik dengan tangan lentiknya dan menepuk punggungnya pelan. “Kalau begitu, untuk apa kamu masih disini. Jangan bilang kalau kamu mau mencuri.”
Tik menggeleng cepat, “Tidak, tentu saja tidak!”
“Lalu?” bu Indira menuntut penjelasan.

Tik menelan ludah, “Emm, s-saya harus menemui bu Nurmala.”
“Ohh,” bu Indira mengangguk mengerti. “Dia sudah menunggumu di ruang guru.” ucapnya, lalu buru-buru menambahkan. “Kamu terlalu pintar untuk anak tingkat delapan, Tik. Seharusnya kamu dinaikkan satu tingkat lagi.”
“Ehm, terima kasih, bu. Tapi saya tidak mau gangguan pada saya semakin bertambah.” Tik menyahut.
Wajah bu Indira mengerut. “Aku tidak suka dengan yang anak-anak itu lakukan padamu. Jika aku bisa…”

“Saya tahu, bu. Ibu akan memukuli mereka jika bukan karena urusan hukum yang menyebalkan itu ‘kan? Bu Nurmala juga pernah bilang begitu.” jawab Tik.
“Ah, benarkah?” wanita itu kembali tersenyum.

Tik mengangguk. “Karena tidak bisa melakukan itu, bu Nurmala akhirnya cuma bisa menghibur saya dengan cara lain yang ternyata lebih menyenangkan.”

“Apa itu?” bu Indira bertanya penasaran.

“Kenapa kita tidak kesana saja sama-sama agar ibu bisa langsung tahu jawabannya.” sahut Tik sambil menyeringai licik.

Bersama-sama mereka pergi ke ruangan bu Nurmala. Di belakang meja, Tik melihat seorang wanita berjilbab merah yang berumur sekitar empat puluhan. Meskipun sudah tidak muda lagi, tapi badannya masih terlihat sangat terawat dan seksi. Payudaranya tampak membulat indah dan cukup kencang, tidak kalah dengan punya bu Indira yang usianya jauh lebih muda. Kulitnya putih bersih dan wajahnya juga masih tampak cantik.

Bu Nurmala tampak sibuk menulis sesuatu. Tik memberanikan diri mengetuk pintunya. “Maaf, bu, menganggu.” sapanya sopan.
Wanita itu berhenti menulis dan mendongak, menatap Tik. “Hai, Tik. Aku sudah menunggumu dari tadi. Kukira lain kali aku harus turun tangan untuk mengatasi anak-anak nakal itu.”

“Ah, tidak usah, bu. Saya tidak apa-apa kok.” Tik masuk ke ruangan itu, diikuti oleh bu Indira.
“Lho, Indira? Nggak jadi pulang?” tanya bu Nurmala pada guru muda cantik itu.
“Tik mau menunjukkan saya sesuatu,” jawab bu Indira sambil duduk di kursi di depan meja, sedangkan Tik tetap berdiri.
“Tik?” bu Nurmala memandangnya, meminta penjelasan.

“Ehm, anu… Saya ingin mengajaknya bergabung, bu. Itu juga kalau ibu mengijinkan,” sahut Tik lirih, takut Ibu guru yang disayanginya itu marah.
Di luar dugaan, bu Nurmala malah tersenyum, “Pede sekali kamu? Yakin nanti kuat?”

“Ehm, lihat saja nanti.” ucap Tik sambil memainkan ujung sepatunya.
“Sama aku aja kamu sering kewalahan, ini malah minta bertiga. Bu Indira itu masih muda lho.” wanita itu tertawa.
Tik tidak menjawab, hanya ikut tertawa ringan.

“Tapi masalahnya, bu Indiranya mau nggak?” tanya bu Nurmala lagi.
“Ehm, sepertinya sih begitu.” Tik melirik guru muda yang ada di sebelahnya.
Bu Indira yang tidak tahu maksud pembicaraan mereka tampak agak sedikit bingung. “Apaan sih?” tanyanya penasaran.

“Tik, bisa keluar sebentar.” kata bu Nurmala. “Aku ingin bicara berdua dengan bu Indira.”
Tik bergegas keluar. Cukup lama dia menunggu hingga bu Nurmala memanggilnya, menyuruhnya untuk masuk kembali. “Ini hari keberuntunganmu, Tik.” kata perempuan cantik itu.
“Kenapa tidak bilang dari dulu, Tik?” tambah bu Indira, mereka tersenyum mendekati Tik.

Tik ikut tersenyum, dan sama sekali tidak menolak saat bu Indira memeluk dan mencium bibirnya. Bu Nurmala segera menutup pintu dan menguncinya dari dalam. Dia lalu berbalik dan memeluk Tik dari belakang. “Aku dah kangen sama inimu…” bisiknya sambil mengelus penis Tik yang sudah mulai ngaceng berat.

Tanpa basa-basi, mereka saling berciuman. Tik awalnya agak canggung melayani dua bibir yang begitu kelaparan itu, tapi begitu sudah mendapatkan ritmenya, ia dengan penuh nafsu melumat dan menghisapnya secara bergantian. Terutama milik bu Indira, bibir tipis perempuan cantik itu terasa hangat dan begitu lembut di dalam mulutnya. Bu Indira juga begitu pandai memainkan lidah, sesuai dengan kesehariannya yang cerewet dan ceplas-ceplos.

Bu Nurmala hanya tersenyum menyaksikan semua itu, ia kemudian menarik tangan Tik, mengajaknya duduk di sofa. Bocah itu ia letakkan di tengah, sementara dia dan bu Indira mengapitnya di kiri dan kanan.

Bu Nurmala mengenakan terusan panjang berwarna biru dengan hiasan bunga warna emas di dadanya yang bulat. Meski tertutup jilbab lebar, lekuk tubuhnya yang tidak terlampau tinggi membayang jelas dari balik busana yang ia kenakan. Buah dadanya tampak begitu besar, kontras dengan tubuh mungilnya yang imut-imut.

Sedangkan bu Indira memakai kemeja lengan panjang warna pink polos, menambah kesegaran kulitnya yang putih mulus. Rok yang dikenakannya adalah rok panjang agak longgar berwarna putih, ketika dia duduk -sekalipun rok itu panjang- bu Indira seperti sengaja sedikit menyingkapkannya sehingga betis jenjangnya yang putih mulus tanpa cacat tampak mengintip malu-malu dari bagian bawahnya. Sungguh sangat menggairahkan sekali.

Tik tanpa membuang waktu segera memeluk keduanya. Ia daratkan ciuman lembut ke bibir bu Nurmala dan bu Indira secara bergantian. Keduanya membalas dengan nikmat dan penuh nafsu hingga untuk beberapa lama mereka terus saling melumat dan berciuman.
Bu Nurmala melepaskan ciumannya saat Tik meremas buah dadanya pelan, “Layani bu Indira, Tik. Dia tadi begitu penasaran saat kuceritakan betapa kuatnya dirimu.” Bu Nurmala berkata dengan nada menggoda.

“Ihh… bu Nurmala bisa aja.” Bu Indira membalas candaan bu Nurmala dengan tak kalah genitnya.
Begitulah keduanya, terkenal ramah dan suka bercanda di sekolah. Banyak murid yang menyukainya. Begitu juga dengan rekan sesama guru, meski dengan alasan yang sedikit berbeda.

Tik segera menghadap ke kiri. Bu Indira sama sekali tidak menolak ketika ia memeluknya. Malah wanita itu membalas dengan melingkarkan lengannya ke leher Tik. Si bocah mengecup lembut keningnya yang putih, sambil semakin mempererat pelukannya. Bau parfum bu Indira yang harum dan lembut segera memenuhi rongga hidungnya.

“Tik… seperti kata bu Nurmala tadi, kalau tubuhku ini memang bisa menghiburmu, lakukanlah apa saja. Ibu ikhlas, asal kamu juga bisa memuaskan ibu.” bisik bu Indira kalem.
“Ah, i-iya, bu. Saya pasti akan memuaskan ibu, seperti yang biasa saya lakukan pada bu Nurmala.” sahut Tik sambil melirik bu Nurmala yang tersenyum di sampingnya.
“Heh, sombong banget kamu!” timpal bu Nurmala. “Tapi, emang bener sih,” tambahnya sambil tertawa.

Mereka tertawa berbarengan, lalu dengan sangat lembut Tik mendaratkan bibir ke atas bibir bu Indira yang tipis dan mungil. Perlahan ia rapatkan sambil sedikit menghisapnya. Bu Indira membalasnya dengan lembut dan balik menghisap bibir tebal Tik.

“Ehm, bu…” melenguh keenakan, lidah Tik mulai bergerak menelusuri mulut bu Indira yang sedikit terbuka. Wanita itu menerimanya dengan pasrah, ia biarkan lidah Tik menggelitik giginya yang rapi dan putih dengan begitu leluasa. Bahkan saat Tik menghisap lidah dan sedikit melumat dengan mulutnya, ia juga tidak menolak. Begitu panas dan nikmatnya ciuman itu hingga untuk beberapa saat mereka seperti melupakan kehadiran bu Nurmala yang masih setia menonton sambil berkeringat dingin.

“Hah, hah,” perlahan bu Indira melepaskan bibirnya dari pagutan bibir Tik saat dia merasa sedikit kesulitan untuk bernafas. Dilihatnya kepala Tik yang terkulai manja di atas bulatan dadanya. Tangan mereka masih saling berangkulan erat.

Tik tak tahan untuk tidak melakukan apa-apa dalam waktu lama, apalagi bisa dirasakannya tubuh bu Indira yang sintal terasa begitu menggoda di dalam dekapannya. Maka dengan cepat tangannya menyelip ke balik kemeja perempuan cantik itu dan segera menyusup di antara BH dan buah dada bu Indira yang bulat padat. Tik mengelus-elus putingnya yang terasa mengganjal kaku dengan ujung jari sambil tak lupa mulai meremas dan memijit bulatannya secara perlahan-lahan.
Tubuh mulus bu Indira sedikit bergetar mendapat rangsangan seperti itu. “Ehm, Tik!” rintihnya dengan tubuh menekuk ke depan.


Bu Nurmala yang dari tadi cuma jadi penonton, rupanya mulai tak tahan. Pelan ia tarik tangan kiri Tik yang menganggur dan dijulurkannya sepanjang mungkin sehingga bisa menjangkau pangkal kemaluannya. Dari luar baju kurung, ia meminta agar mengusap-usapnya. Sambil terus meraba buah dada bu Indira, Tik pun melakukannya. Kedua tangannya lekas berkreasi, satu menggesek pelan celah selangkangan bu Nurmala, satunya lagi tetap asyik meremas dan memenceti payudara bu Indira yang bulat besar. Kedua ibu guru cantik yang haus akan sentuhan laki-laki berusaha ia puaskan dalam waktu hampir bersamaan.

“Auh, Tik…” bu Nurmala melenguh saat Tik dengan susah payah menyingkap baju panjangnya ke pinggang, lalu dengan jari-jemarinya yang terampil, mulai memelorotkan celana dalamnya hingga terlepas. Ia menarik nafas cepat saat benda mungil berwarna hijua lumut itu tergeletak di lantai dekat kaki Tik.

Sekarang dia sudah setengah telanjang, begitu juga dengan bu Indira. Kalau dia di bagian bawah, bu Indira sebaliknya. Kancing kemejanya sudah terbuka lebar, menampakkan gundukan payudaranya yang masih terbalut beha putih tipis. Nampak beha itu hampir tidak bisa memuat payudara bu Indira yang bulat besar. Dengan cekatan jari-jari Tik membuka kaitan behanya, membebaskan payudara bu Indira hingga benda itu bisa menyembul dan bernafas lega.
“Wow, besar sekali, bu.” kagum Tik dengan mata melotot tanpa berkedip.
“Hehe, baru tahu ya,” sahut bu Indira, ia menyingkap jilbabnya ke belakang agar Tik bisa semakin leluasa memandangi tonjolan buah dadanya.

Dengan air liur yang hampir menetes, Tik segera mendekatkan mulutnya ke puting kanan bu Indira dan mulai menjilatinya pelan. “Ahh, Tik…” ibu guru muda itu menerimanya dengan mendesah penuh nikmat.

Sementara itu, dengan bibir menjejahi gundukan payudara bu Indira, jari tangan kiri Tik masih lincah menusuk-nusuk kewanitaan bu Nurmala yang sudah mulai basah berlendir. Dengan ujung jari tengah, ia usap klitoris perempuan cantik itu dan menggosoknya pelan ke atas dan ke bawah hingga membuat bu Nurmala semakin menggelinjang nikmat. “Aah, Tik… geli!” desahnya.

Sambil terus menggesek klitoris bu Nurmala yang sudah tegak berdiri, Tik sedikit membungkukkan badan sehingga mulutnya bisa mengulum puting bu Indira yang sebelah lagi. Ia menghisapnya lambat-lambat sambil menjilati ujungnya dengan lidah. Bisa dirasakannya badan ramping bu Indira yang mulai kaku, seluruh ototnya menegang, sementara rintihan dan lenguhannya semakin terdengar kencang.

“Jangan keras-keras, bu. Nanti didengar orang.” Bu Nurmala mengingatkan.
Bu Indira segera menutup mulutnya dengan tangan. “I-iya, maaf. Tik sih, kulumannya begitu nikmat.” bisiknya pelan.

Tik tersenyum mendengarnya. Ia berpandangan dengan bu Nurmala dan tersenyum puas karena bisa memberi kenikmatan kepada bu Indira di pertemuan pertama mereka. Bu Nurmala kemudian merapat, kepalanya disandarkan di buah dada bu Indira yang tampak mengkilat, basah oleh air liur Tik. Dia memandang Tik dengan lembut, bibirnya sedikit terbuka. Tersenyum, Tik pun mendekatkan kepala dan mencium bibir perempuan setengah baya yang masih tampak cantik itu. Sebuah ciuman untuk merayakan keberhasilan mereka dalam menjerat bu Indira sehingga bisa ikut dalam permainan tabu ini.

“Ngomong-ngomong, sudah sejak kapan kalian melakukan ini?” tanya bu Indira sambil mengelus puncak kepala Tik lembut.
“Emm… kapan ya?” Tik mencoba mengingat-ingat.
“Sudah lama pokoknya, lebih dari dua bulan.” sahut bu Nurmala.
“Bagaimana bisa terjadi?” tanya bu Indira penasaran. 
“Sebenarnya ini nggak sengaja. Tik memergokiku yang sedang masturbasi di kamar mandi guru, dia saat itu habis dipanggil kepala sekolah setelah menang lomba matematika. Daripada dia cerita ke murid lain, terpaksa kubungkam mulutnya dengan tubuhku. Benar ‘kan, Tik?” jelas bu Nurmala.
Tik mengangguk mengiyakan.

“Bu Nurmala aneh-aneh sih, masturbasi kok di sekolah. Emang dah nggak tahan banget ya?” goda bu Indira.
“Haha, habisnya… sudah 1 minggu suamiku tugas keluar, daripada kegatelan, mending kugaruk aja punyaku.” terang bu Nurmala.
“Akibatnya, jadi dipergoki sama Tik.” kata bu Indira.
“Yang mana itu sama sekali tidak kusesali.” sahut bu Nurmala.
“Maksud ibu?” tanya bu Indira tak mengerti.
“Sekarang, kalau suamiku dinas ke luar kota, aku sudah nggak bingung lagi. Sudah ada Tik yang menemaniku.” jawab bu Nurmala sambil mencium mesra bibir Tik.
Tik tersenyum, senang dipuji seperti itu. 

“Aku juga mau donk, suamiku kan juga sering pergi.” kata bu Indira.
“Coba aja. Aku jamin, kamu pasti puas.” Bu Nurmala memberi garansi. “Lagipula, dengan begini, kita juga bisa menghibur Tik yang suka di-bully sama anak-anak lain.”

Bu Indira memandangi Tik yang masih bersandar di puncak buah dadanya. ”Betapa beruntungnya kamu, Tik. Bisa merasakan tubuh kita berdua.” katanya sambil tersenyum.

Tik ikut tersenyum, dan tanpa berkata apa-apa, memperhatikan saat kedua gurunya itu mulai mencopoti baju masing-masing. Bu Nurmala yang ada di sebelah kirinya, baju panjangnya sudah terbuka lebar, mempertontonkan buah dadanya yang meski tidak sebesar milik bu Indira, tapi terlihat sangat serasi dengan tubuh bugilnya yang mungil. Putingnya yang berwarna coklat kemerahan tampak mencuat di puncaknya yang mulus. Lingkaran gelap aerola-nya yang sebesar koin seratusan rupiah makin menambah indahnya payudara bulat itu.

Sementara bu Indira, kini sudah menyingkap rok panjangnya ke atas hingga ke pinggang. Tik bisa melihat tubuh rampingnya yang begitu molek dan mulus. Tak henti-hentinya ia mengagumi tubuh guru kimia-nya itu. Pinggang bu Indira begitu kecil dan ramping karena memang belum pernah melahirkan, ia baru saja menikah beberapa bulan yang lalu. Lebih ke bawah lagi, tampak kemaluannya yang ditumbuhi bulu-bulu pendek saat bu Indira melepas celana dalamnya. Bukitnya tampak begitu ranum dan menggairahkan, diapit oleh sepasang paha yang mulus dan langsing, sungguh sangat mengundang birahi. Berani sumpah, Tik belum pernah melihat secara langsung tubuh yang begini indah dan menggairahkan.

“Wow…” ia berseru dalam hati, di hadapannya kini terpampang dua orang wanita cantik dan mulus dengan paha yang menganga lebar memperlihatkan alat kewanitaan masing-masing. Bu Indira dengan belahan kemaluannya begitu kecil, juga klitoris yang berwarna pink menyala, sedikit menyembul seakan mengundang Tik untuk segera menikmatinya. Sedangkan milik bu Nurmala, tampak tumbuh berlapis-lapis. Warnanya begitu terang, coklat sangat muda. Meski sudah sering melihat dan menikmatinya, tak urung Tik tak tahan juga dibuatnya.

Tanpa basa-basi ia segera mencium seluruh selangkangan bu Nurmala. Bau wangi yang khas segera menyambut lubang hidungnya. Perlahan ia menjulurkan lidah dan mulai menjilatinya naik turun. Pantat bu Nurmala sedikit gemetar menahan gejolak kenikmatan akibat perbuatan itu.

“Ooh… ohh… shh…” desahannya seakan sorakan penyemangat di telinga Tik, membuat si bocah terus menjepit dan menggigit klitoris bu Nurmala dengan kedua bibirnya. Sekarang paha bu Nurmala ikut bergetar karena rangsangan nafsu. Gairahnya semakin menyala. Apalagi saat lidah Tik mulai menyapu lorong kewanitaannya, pahanya terbuka semakin lebar dan pantatnya sedikit terangkat, membuat vaginanya yang menganga lebar semakin terjangkau oleh lidah Tik.

“Ooh… yah, begitu… Tik! Ooh… iyah!” desah bu Nurmala serak, terdengar semakin keras.
“Aah… ahh!” erangan bu Indira menimpali. Ternyata, sambil mengoral vagina bu Nurmala, Tik juga menusukkan tangannya untuk mengocok-ngocok kemaluan bu Indira. Jadilah kedua guru yang di luar kelihatan alim itu, merintih bersahut-sahutan oleh rangsangan nakal Tik.

“Ahh… s-sudah, Tik. Aku nggak tahan.” kata bu Nurmala dengan tubuh mulai bergetar pelan. Tik yang sudah hafal dengan reaksi itu, segera menggerakkan lidahnya semakin cepat. Ia tusukkan lidahnya dalam-dalam ke liang sanggama bu Nurmala yang masih terasa sempit meski sudah melahirkan tiga orang anak. Ia cucup klitorisnya yang sudah sangat keras dengan kedua bibirnya hingga tubuh bu Nurmala menggelinjang liar. Tangannya mencengkeram kepala Tik, memintanya agar menghisap lebih kuat lagi. Dan akhirnya…

“Aah… ahh… ibu sampai, Tik… ssh… ahh!!” teriak bu Nurmala dengan paha mengatup erat, menjepit kepala Tik yang masih berada disana. Pantatnya terangkat tinggi-tinggi, sementara otot vaginanya menjadi sedikit kaku. Dari dalam liang kemaluannya, menyembur cairan bening yang banyak sekali, menyiram lidah dan mulut Tik hingga jadi terasa lengket.

“Aaah… Tik!” bu Nurmala sudah mencapai puncak kenikmatannya. Untuk beberapa saat tubuhnya kaku tak bergerak. Pahanya masih menjepit kuat kepala Tik sehingga bocah itu terperangkap di celah selangkangannya. saat otot-otot vaginanya mulai mengendur, barulah ia melepaskannya.
“Hah, hah, hh,” Tik segera menarik nafas. Dengan bu Nurmala yang sudah mencapai puncak, ia segera mengalihkan perhatian pada bu Indira yang masih setia menunggu. 

“Sekarang giliran ibu,” kata Tik dengan mulut masih belepotan lendir kenikmatan bu Nurmala.
“Lakukan, Tik. Cepat! Aku juga nggak tahan.” sambut bu Indira dengan paha terbuka lebar.
Tik segera menusukkan lidah ke lubang vagina perempuan cantik itu. Tangannya yang tadi mengusap-usap klitoris bu Indira, ia sisipkan ke bawah. Sekalipun tubuh bu Indira kurus dan ramping, tapi pantatnya ternyata cukup padat berisi. Tik segera memijit dan meremas-remasnya penuh nafsu sambil mulut dan lidahnya terus bergerak liar.

“Ohh… iya, Tik… ooh… shh!” desah bu Indira penuh birahi. Pantatnya yang bulat sudah mulai bergoyang menikmati permainan lidah Tik di liang senggamanya. Semakin lama, semakin kuat goyangan pantat itu. Dengan susah payah Tik harus mengikuti agar lidahnya tidak terlepas dari selangkangan bu Indira.

“Ohh… Tik, aku nggak tahan… aah!!” Paha bu Indira sudah mengangkang maksimal. Dia mengangkat pantatnya tinggi-tinggi, bahkan sampai berjinjit dengan ujung jari saat Tik mencucup klitorisnya kuat-kuat. Punggungnya sudah tidak menyentuh sandaran sofa, dengan dinding vagina bergerak berkedut-kedut naik turun tak terkendali.

“Ohhh… Tik!” dengan jeritan terakhir, bu Indira menyemburkan cairan kenikmatannya. Tubuh montoknya sedikit bergetar saat cairan itu meleleh keluar dari liang vaginanya.
“Hamp!” Tik segera menampung dan menyapunya dengan lidah. Cukup banyak cairan yang keluar, tapi semuanya ia telan, sampai akhirnya bu Indira berhenti mengejang dan mulai menurunkan pantatnya. Namun nafas perempuan itu masih sedikit memburu.
“Ooh… nikmat sekali, Tik… aku puas. Suamiku bahkan tidak pernah berbuat seperti itu!” puji bu Indira.

Tik beringsut dan lalu berbaring telentang diantara kedua ibu gurunya, bu Nurmala di sebelah kanan, sedangkan bu Indira di sebelah kiri. Mereka memeluk dan tanpa henti menghujani wajah bulat Tik dengan ciuman. Beberapa saat mereka saling bercumbu, atau lebih tepatnya, bu Indira dan bu Nurmala yang mencumbui Tik. Tik sendiri hanya telentang pasrah sambil menikmati rasanya jadi raja, dilayani oleh dua wanita yang begitu cantik dan seksi, yang meski beda umur mereka begitu jauh, tapi tidak mengurangi hasrat dan birahinya.

“Ini dilepas donk,” tangan bu Nurmala yang nakal mulai menggerayangi perut Tik. Dengan sekali sentakan lembut, celana yang membelit tubuh bagian bawahnya terbuka, melorot ke bawah. Penis Tik yang sudah sedari tadi mengacung tegak, langsung menyembul berdiri.

Perhatian bu Nurmala dan bu Indira segera tersedot kesana. Tangan keduanya saling berlomba untuk menggerayangi dan mengusap-usap penis itu. Namun bu Nurmala yang menang. Ia lekas beringsut dan berjongkok di dekat kaki Tik. Bibirnya yang tebal sensual mulai menciumi batang penis bocah itu. Saat Tik asyik berciuman dengan bu Indira, bu Nurmala segera memasukkan kepala penis itu ke dalam mulutnya yang hangat dan mulai mengulumnya mesra. Lidahnya yang basah dengan pintar menggelitik batang kejantanan Tik yang terasa semakin menegang di dalam mulutnya. 

Bu Indira yang melirik ke bawah memperhatikan apa yang dilakukan oleh bu Nurmala, dari raut mukanya, terlihat kalau dia mulai tertarik juga. Dan benar saja, beberapa saat kemudian, bu Indira melepaskan ciumannya dan ikut jongkok di dekat kaki Tik, bersebelahan dengan bu Nurmala. Kini bergantian mereka mencium dan mengulum penis panjang Tik.

“Ahh…” Tik melenguh keenakan diperlakukan seperti itu. Dengan mata tertutup ia mengelus lembut kepala kedua ibu gurunya yang cantik itu; yang kiri untuk bu Nurmala dan yang kanan jatah bu Indira. Kedua-duanya masih tertutup jilbab lebar sedada.

“Ohh…” tubuh Tik seakan terangkat ke kayangan, rasanya sungguh sangat nikmat. Cara bu Indira mengoral sungguh halus, tidak seperti bu Nurmala yang agak sedikit binal. Bu Indira menggerakkan bibirnya dengan sangat lembut, kadang penis Tik disedotnya pelan, diselingi jilatan lidah di sekitar leher penis. Tik sangat suka dengan apa yang dilakukan oleh perempuan cantik itu. “Ooh… terus, bu… yah, nikmat sekali… ooh!” membuatnya jadi mulai mengerang penuh kenikmatan.
Bu Nurmala yang melihat tubuh Tik mulai gemetar, cepat menghentikan aksi bu Indira. “Stop dulu, bu. Nanti dia bisa keluar duluan.” peringatnya.

“Hah,” Bu Indira segera menarik mulutnya. Dengan terengah-engah ia memperhatikan Tik yang wajahnya merah padam karena menahan ejakulasi. Seluruh bulu di tubuh bocah itu berdiri meremang.

Tik yang merasa gairahnya diputus di tengah jalan, perlahan membuka matanya dan melirik ke bawah. Ditariknya tubuh mulus kedua ibu gurunya yang cantik itu dan dipeluknya dengan mesra. Masing-masing ia hadiahi kecupan hangat di bibir. Dengan manja bu Nurmala dan bu Indira menyandarkan kepala ke dada Tik, membiarkan payudara mereka yang besar menghimpit ketat ke lengan si bocah.

“Sekarang kita lihat, kuat nggak kamu melayani kita berdua.” kata bu Nurmala sambil tangannya menggerayangi selangkangan Tik. Penis Tik yang masih tegak mengacung dibelainya pelan. Jari-jarinya yang lentik dan mungil mempermainkan penis Tik dengan begitu lembut. Telaten dipijit-pijitnya kepala penis Tik, lalu dengan halus dibelitnya batang kejantanan Tik dengan jari telunjuknya.

Adik kecil Tik langsung bereaksi, perlahan benda coklat panjang itu mendongak dan mengangguk-angguk. Bu Indira yang melihatnya tersenyum gembira. Lekas dia berbaring dan membimbing Tik agar menaiki tubuh sintalnya. Bu Nurmala mengangguk memberi ijin. Maka, sambil membungkuk, Tik pun mengarahkan kepala penisnya yang masih tampak mengkilat ke lubang kenikmatan bu Indira yang terlihat sangat mengundang.
“Aku masukkan, bu.” kata Tik. Perlahan ia menusukkan batang kelelakiannya menembus gua vagina sang ibu guru.

“Ahh…” Tubuh bu Indira sedikit bergetar menyambut penis Tik yang memasuki tubuhnya. Perlahan seluruh batang penis bocah itu terbenam ke dalam liang vaginanya. Selanjutnya dengan perlahan Tik mulai memompa pantatnya maju mundur secara berirama. Bu Indira mengimbangi dengan menggoyang pantatnya memutar tak beraturan. Gerakannya semakin lama semakin cepat dan kuat. Tangannya memegangi pinggul Tik sehingga Tik semakin leluasa menyodokkan batang penisnya.

“Aaah…” Tik merasakan vagina bu Indira mengetat kencang, mencekik batang penisnya, lalu disusul oleh semburan cairan hangat yang banyak sekali. Rupanya perempuan cantik itu sudah mencapai orgasmenya. Bukannya berhenti, Tik malah semakin dalam menghujamkan batang penisnya, hingga semakin banyak cairan bu Indira yang meleleh keluar.

“Hah, hah, hah,” dengan tubuh lemas namun puas, bu Indira terdiam bagai patung. Hanya nafasnya yang terdengar tersengal-sengal. Senyum manis tersungging di bibirnya yang tipis. “Ah, k-kamu hebat, Tik.” pujinya tulus.

Perlahan Tik mencabut penisnya. Bu Nurmala yang sudah menunggu giliran, lekas mempersiapkan diri. “Sekarang giliranku,” katanya sambil merangkak dengan posisi pantat mengarah ke selangkangan Tik.

Tik membelai sebentar pantat bulat bu Nurmala sebelum ia arahkan senapannya yang masih terisi penuh ke lubang kenikmatan perempuan setengah baya itu dari arah belakang. Inilah posisi favorit bu Nurmala; doggie style. Dengan lembut Tik menusukkan kepala penisnya sambil menekan perlahan sampai seluruh batang kelelakiannya amblas ditelan gua surga bu Nurmala.

Meski tidak sesempit milik bu Indira , namun Tik terlihat sangat menikmatinya. Bagaimanapun, inilah vagina pertama yang ia rasakan selama ia tumbuh dewasa. Dengan sangat perlahan Tik mulai memompa pantatnya maju mundur dengan teratur.

Bu Nurmala sepertinya juga sangat menikmati. Terbukti dari kepalanya yang terangguk-angguk sambil mulutnya mendesis mengeluarkan berbagai macam rintihan, “Ahh… terus, Tik. Tusuk yang dalam! Ahh… yah, begitu! Terus! Oughh…”

Tik semakin kuat menggoyangkan pantat. Tangannya dengan terampil terulur ke depan untuk meremas-remas payudara bu Nurmala yang menggantung indah di depan dadanya. Ia memilin dan memelintir-lintir putingnya yang mungil begitu gemas, membuat benda bulat kemerahan itu jadi makin menegak dan mengacung ke depan. Sementara pantatnya semakin ia rapatkan, membuat batang penisnya jadi menusuk semakin dalam.

Tubuh bu Nurmala jadi kaku tak bergerak, rupanya serangan Tik yang beruntun membuatnya menyerah begitu cepat. “Aah… Tik, aku keluar! arghh…” jeritnya dengan tubuh terkapar KO di lantai. Dari dalam liang kemaluannya, merembes cairan kenikmatan yang sangat banyak, membasahi paha dan baju kurungnya. Dinding vaginanya terasa berdenyut-denyut, memeras batang penis Tik yang masih tertancap erat di dalam sana.

“Ooh… ooh…” Tik yang juga sudah tak tahan, ikut menyusul tak lama kemudian. Badannya gemetar hebat, sementara tangannya meremas bulatan payudara bu Nurmala kuat-kuat saat spermanya menyembur keluar, bercampur dengan cairan hangat dari vagina sang ibu guru. 

“Shh… hah, hah,” Seluruh tubuh Tik masih merinding ketika bu Nurmala setengah memaksa memundurkan selangkangannya sehingga penis Tik tercabut dari jepitan liang vaginanya. Bertiga mereka berbaring kelelahan. Tik menciumi keduanya ibu gurunya secara bergantian, hangat dan mesra.

“Gimana, penis Tik enak ‘kan?” tanya bu Nurmala pada bu Indira.
“Iya, bu… beneran enak.” Bu Indira lalu berpaling pada Tik, “Kamu belajar dimana sih, pinter banget nyenengin cewek. Siapapun yang jadi istrimu nanti, pasti akan bahagia. Bukan saja kamu pintar, tapi juga perkasa di atas ranjang.”

“Ah, ibu bisa aja.” sahut Tik dengan muka bersemu merah.
Mereka masih saling berbincang dan sesekali saling berciuman. Tik sungguh beruntung bisa mendapatkan dua orang guru yang menjadi idola di sekolah. Meski sehari-hari ia murid yang tidak populer, bahkan sering jadi sasaran bully, tapi nyatanya ia lebih beruntung daripada mereka semua.


Perselingkuhan dengan Kakak Ipar ku yang Haus Seks

SarangTogel - Aku seorang lelaki yg menikahi wanita dari kalangan menengah dan sederhana. Istriku adalah anak ke 4 dari 8 bersaudara. Dari 8 bersaudara hanya 3 orang yg wanita termasuk istriku. Satu kakak iparku dan satu lg adik iparku, istriku posisinya berada di tengah-tengah.semuanya.semuanya sdh berkeluarga. Tp keluarga kakak iparku kurang harmonis mungkin di karenakan suami kakak iparku jarang pulang kerumah dikarenakan suami kakak iparku terlalu sibuk bekerja. Jd waktu untuk keluarga sangat sedikit. Dan akhir-akhir ini suami kakak iparku malah jarang pulang ke rumah dengan alasan sibuk mengurusi kerjaan dan tinggal di mess karyawan.

Tetapi kakak iparku termasuk istri yg sabar walaupun sering ditinggal suaminya. Ia pun tetap sabar menjaga keutuhan keluarga dan mengurusi anak2 nya. Ya kakak iparku sdh mempunyai 2 anak. Belakangan istriku sering bercerita kalau ada kabar- kabar tidak mengenakan mengenai suami kakak iparku. Bahwa suami kakak iparku jarang pulang bukan karena sibuk bekerja tp sdh mempunyai istri lg. Aku selalu menasehati istriku agar tidak menganggap serius kabar-kabar yg tidak jelas asal muasalnya. Tp dalam hati aku jg merasa kasihan melihat kondisi kakak iparku yg kasat mata terlihat sedih walaupun ditutup- tutupi. Togel Singapura

Tp kejadian itu pun tidak pernah aku perkirakan bs terjadi antara aku adan kakak iparku. Semua berawal dari permintaan kakak iparku yg sering meminta aku untuk mengantarkannya bila ada keperluan. Ya aku memang mempunyai kendaraan sepeda motor yg masaih layak pakai walaupun tdk mewah.

Semua itu terjadi saat kakak iparku kehilangan dompet tempat menaruh uang dan surat- surat tanda identitas diri. Kakak iparku minta di antarkan ke kantor pemerintahan tempat mengurusi surat-surat dokumen itu. Memang jaraknya agak lumayan jauh kendaraannya agak sulit. Aku menyanggupi karena aku merasa kasihan dan dikarenakan aku mempunyai waktu di sela-sela jam kerja. Aku janjian mau berangkat agak pagi agar bisa langsung berangkat kerja dan tidak telat.

Tiba pada saat yg ditentukan. Kakak iparku kembali mengingatkan karena takut aku melupakan janji itu.lewat Bb mesenger. Togel Singapore
Sebut saja kakak iparku dengan nama Ella. Dan aku Roy.
Ella : Roy besok jadi ya antar kak Ella ke kantor asuransi.
Roy : iya jd kak. ( balas pesan ku)
Ella : ok deh. Besok kak Ella ke rumah Roy biar tidak bolak-balik.
Roy : iya kak Ella. Nanti Roy bangun pagi langsung bersiap-siap.

Tiba pada saat yg ditentukan kak Ella datang tepat waktu disaat Aku sdh siap untuk berangkat.setelah Aku dan Kak Ella berpamitan pd Istriku kami langsung berangkat menuju kantor asuransi. Kami tiba setelah 30 menit perjalanan. Tp walaupun kami tiba msh pagi. Di kantor asuransi milik pemerintah itu antrian orang yg mengurus asuransi sdh panjang.dan kami mendapatkan nomer antrian cukup jauh jg. Jadilah kami harus menunggu lg. Dengan sikap agak canggung kak Ella menyuruh Aku meninggalkannya untuk langsung pergi bekerja. Tp aku jg tidak tega dan kasihan untuk meninggalkanya. Togel SGP

Ella : Roy kamu langsung berangkat bekerja saja biar kak Ella menunggu antrian sendiri saja.
Roy : ngga apa kak Ella. Biar Roy tunggu sebentar lagi.
Ella : nanti kamu telat masuk kerja loh.
Roy : Ngga apa kak. Waktunya masih cukup kok.
Ella : baiklah tp nanti klo sdh mau berangkat kerja kamu langsung berangkat saja.
Roy : baik kak...

Setelah menunggu cukup lama dan waktunya agak mendesak aku jd bimbang mau berangkat kerja atau tidak. Dan akhirnya aku memutuskan untuk ijin tidak masuk kerja. Aku merasa kasihan dan iba kalau kak Ella harus menunggu dan pulang kerumah sendiri. Aku ijin tidak masuk kerja dengan alasan ada urusan keluarga. Memang di tempat kerja ku tidak terlalu sulit untuk minta ijin apabila ada urusan penting. Togel Hongkong

Setelah meminta ijin tidak masuk kerja aku tetap menunggu kak Ella di depan kantor asuransi itu. Sementara kak Ella masih sibuk mengurusi di dalam. Selang waktu beberapa lama aku mendapatkan pesan singkat dari kak Ella menanyakan keberadaan ku.

Kak Ella terkejut mendapati bahwa aku masih menunggu dan tidak berangkat bekerja.Aku pun menjelaskan bahwa aku ijin ke kantor untuk mengurusi keperluan keluarga. Kak Ella pun mengerti dan kembali melanjutkan kegiatan nya mengurusi surat-surat asuransi yg di perlukan.
Setelah menunggu cukup lama kak Ella pun keluar dan langsung menghampiriKu yg sedang menunggu di luar kantor asuransi.

Ella : Roy kenapa kamu tidak masuk kerja.
Roy : ngga apa kak. Roy tidak tega meninggalkan kak Ella.
Ella : Maaf ya Roy jadi merepotkan kamu.
Roy : ngga apa kak...

Kode Alam - Kami pun langsung berangkat pulang menuju rumah kak Ella. Tidak berapa lama kami tiba di rumah kak Ella. Rumah kak Ella berada tidak jauh dari rumah orang tua Istriku. Kak Ella memutuskan untuk pindah rumah dan ngontrak karena mencoba untuk mandiri. Kontrakan kak Ella berada dalam satu komplek kontrakan yg rata-rata dihuni oleh karyawan swasta dan penghuninya pergi bekerja pada pagi hari jd otomatis suasana di komplek kontrakan kak Ella agak sepi. Saat tiba kak Ella mempersilakan aku untuk singgah minum dan istirahat sejenak melepaskan lelah perjalanan.

Ella : Roy minum dan istirahat sebentar biar capenya hilang dulu.
Roy : iya kak terima kasih.

Aku memutuskan untuk istirahat sebentar karena tidak enak menolak ajakan kak Ella. Sambil istirahat kami pun minum dan mengobrol membahas masalah urusan di kantor asuransi tadi. Kami ngobrol dan kak Ella tidak lupa memberi nasehat kepada aku tentang masalah keluarga. Agen Togel

Lama-lama kak Ella pun menceritakan masalah yg sedang dialami didalam keluarganya. Ia menceritakan bahwa suaminya jarang pulang dan sekarang ada kabar-kabar tidak mengenakan kalau suaminya sdh mempunyai Wanita Idaman Lain. Tp ia jg menceritakan bahwa ia tetap tegar menghadapi semua masalah yg sedang dihadapinya. Aku pun hanya bisa memberikan kata-kata semangat agar kak Ella tetap sabar dan tabah menghadapi semua masalah yg dihadapi. Tidak lupa aku jg memberi kata-kata candaan agar suasana agak cair dan tidak kaku.dan kata-kata candaan ku berhasil membuat suasana menjadi cair dan tidak kaku.

Lama kelamaan candaan kami semakin santai dan kak Ella menjadi nyaman. Secara tidak sadar Kami pun berbicara dan membahas masalah-masalah pribadi tentang masalah hubungan suami istri. Aku dan kak Ella pun terhanyut terbawa suasana dan tidak menyadari bahwa kami mulai melewati batas-batas pembicaraan yg pribadi. Aku pun semakin berani menanyakan apakah kak Ella masih suka menonton film dewasa / porno.

Roy : kak masih suka nonton film bokep ngga.
Ella : masih tp sekarang sdh jarang.
Roy : kenapa kak Ella. Ngga ada pelampiasan ya. ( sambil tertawa kecil).
Ella : ngga lg banyak pikiran aja Roy.
Roy : aahhhh yg bener kak Ella. Angka Jitu
Ella : eehhhh... Ya kata kamu jg ada benarnya sih Roy...heheheh.( sambil tertawa kecil).
Kami pun tertawa bareng.....
Ella : memangnya kamu msh simpan film dewasa Roy ( tanya kak Ella serius).
Roy : ada sih tp ngga banyak sdh di hapus takut Hp nya lemot...
Ella : masih ada film yg ada ceritanya.( ya kak Ella memang senang film porno yg ada tema dan ceritanya).
Roy : masih kak.( sambil memgeluarkan Hp dan langsung mensetel film porno yg di maksud dan menyerahkan kepada kak Ella).

Dengan malu2 kak Ella mengambil Hp ku dan kami langsung menontonnya bareng. Suasana menjadi sepi karena kak Ella sibuk menonton adegan demi adegan di film sementara aku hanya terdiam. Lama-lama kak Ella kuperhatikan mulai gelisah dan mulai terangsang. Aku pun jd ikut terangsang melihat adegan di film dan kondisi kak Ella.

Tanpa terasa kondisi tubuh kami semakin dekat karena ingin menonton dari layar Hp yg tidak terlalu besar. Tubuh kami pun semakin lama semakin rapat. Tak terasa kami pun akhirnya bersentuhan. Aku yg merasakan sentuhan ditubuh semakin merasakan rangsangan yg bertambah begitupun kal Ella.

Lama kelamaan aku tidak sanggup menahan lg rangsangan yg bertambah besar memberanikan diri untuk menyentuh tubuh kak Ella. Begitupun kak Ella karena sdh terangsang ia hanya diam saja dan terus memperhatikan adegan di film. Karena merasa tidak ada penolakan aku semakin berani untuk menyentuh payudara kak Ella dari luar pakaian. Ia pun tetap diam dan tidak menolak. Merasa tidak ada penolakan aku pun memasukan tangan ku kedalam pakaian kak Ella dan menyentuh langsung payudara kak Ella. Kak Ella hanya mendesah merasakan sentuhan yg aku berikan. Merasakan agak sulit terhalang pakaian kak Ella aku punmemberanikan diri untuk membuka pakaian kak Ella.(ya tentunya aku bertanya dulu). Togel HK

Roy : kak Roy buka ya baju nya.
Kak Ella tidak menjawab hanya menganggukan kepala memberikan persetujuan. Aku langsung membuka baju kak Ella dan Bh nya jg. Sekarang kak Ella telah setengah telanjang. Kak Ella kembali meneruskan menonton sementara Aku sibuk memainkan payudara kak Ella yg ukurannya cukup besar menurut ku. Mungkin ukurannya 36b. Agak lama aku memainkan payudara kak Ella aku lalu turun mengelus vagina Kak Ella dari luar celana panjangnya kak Ella. Aku pun ijin untuk membuka resleting celananya karena kesulitan menjangkau vagina kak Ella.

Kak Ella pun menganggukan kepala memberikan persetujuan. Aku pun langsung menurunkan resleting kak Ella dan langsung memasukan tanganku kedalam celana kak Ella. Kembali kak Ella mendesah saat tanganku menyentuh vaginanya. Aku memainkan klitorisnya dan mulai memasukan jariku ke liang vagina kak Ella. Kak Ella trus mendesah ia pun merebahkan tubuhnya dilantai. (Ya Kami memang duduk dilantai karena kontrakan kak Ella hanya satu kamar layaknya kontrakan sederhana dan tidak ada kursi).karena posisi kak Ella telentang dilantai Aku pun semakin leluasa mengocok liang vagina kak Ella.

Togel Sydney - Lama kelamaan kak Ella makin terangsang tanpa aku minta tangan kak Ella langsung menyentuh kemaluan ku yg masih terbungkus celana. Kak Ella terusmencari celah untuk menyentuh langsung batang Penis ku yg sdh tegang dan berdiri kencang.kak Ella mencoba membuka resleting celana ku dan gantian memasukan tangannya untuk menyentuh langsung batang Penis ku. Setelah berhasil menyetuh batang Penis ku kak Ella langsung mengocok batang Penis ku yg lumayan besar. Merasa kurang puas kak Ella pun duduk dan menarik celanaku untuk membukanya dan akhirnya kak Ella berhasil membuka celanaku, kak Ella terkagum melihat batang Penis ku yg berdiri mengacung tegak dan besar membulat. Tanpa di minta kak Ella langsung menunduk dan mengulum batang Penis ku. Aku hanya terpaku dan menikmati serangan yg dashyat dari kak Ella.


Roy : aaaaahhhhh terus kak. Enak sekali......
Kak Ella sangat bernafsu mengulum Penis ku, di barengi sambil mengocok Penisku. Dari raut wajahnya terlihat kalau kak Ella sangat kehausan berhubungan badan. Tanpa di minta kak Ella berdiri lalu berjongkok menaiki tubuh ku yg duduk bersandar dilantai. Kak Ella jongkok dan mengarahkan liang vaginanya ke arah batang Penisku yg tegak berdiri dan sdh basah oleh air liur kak Ella. Dengan perlahan kak Ella mengesekan vaginanya ke batang Penisku untuk memberi jalan batang Penisku masuk ke liang vaginanya.

Togel Senin - Kak Ella menggoyang-goyangkan pinggulnya dan akhirnya Penis ku masuk ke liang Vaginanya. Setelah batang Penisku masuk kak Ella terdiam sejenak merasakan desakan batang Penisku di dinding vaginanya. Kak Ella mulai menggerakan dan menggoyang pinggulnya seirama maju mundur dan berputar membuat aku bertambah kenikmatan. Kak Ella semakin intens dan teratur menggoyangkan pinggulnya. Sambil memeluk aku. Kak Ella pun menyodorkan payudaranya yg mempunyai ukuran lebih besar dari istriku mungkin berukuran 36B ke arah mulutku dan aku pun menyambutnya dan langsung menyedot puting susunya yg sdh tegak lurus.

Ella : trus Roy sedot puting kak Ella....oohhhh....aaahhhhh....

Suasana komplek kontrakan yg sepi sangat mendukung kegiatan kami berdua walaupun pintu tidak ditutup dan kami bersetubuh di lantai ruang tamu. Kak Ella semakin mempercepat goyangannya aku pun semakin kencang menyedot puting susu kak Ella. Kak Ella pun memberi tanda bahwa ia akan mengalami orgasmenya dan semakin mempercepat goyangannya. Dan akhirnya tubuh kak Ella bergetar hebat dan mulai meracau tidak karuan.

Ella : aahhhhh Roy kak Ella sdh mau keluar nih.....
Roy : tahan dulu kak biar kita bs keluar bareng...
Ella : kaka sdh tidak kuat Roy....
Dan akhirnya kak Ella bergetar kencang..
Ella : aaaahhhhhhh.....

Ia pun mulai memperlambat gerakannya dan duduk terkulai di atas pangkuanku. Aku yg blm mendapatkan orgasme langsung melepaskan hisapan di payudara kak Ella dan langsung membaringkan tubuh kak Ella dilantai. Aku pun tanpa membuang waktu langsung menindih tubuh kak Ella dan langsung mengarahkan Penisku ke liang vagina kak Ella. Aku menggenjot vagina kak Ella dengan cepat karena sdh tidak tahan untuk menggapai orgasme jg. Dan akhirnya aku mengalami orgasme yg hebat.

Roy : aaahhhhh. Kak, Roy mau ngecroot nih...aahhhhh.....
Ella : keluarin didalam saja Roy...
Roy : baik kak..

Aku pun menumpahkan cairan spermaku didalam liang vagina kak Ella. Kak Ella pun mendesah kembali merasakan tumpahan cairan spermaku yg hangat di dinding vaginanya...

Ella : ooohhhh nikmat banget Roy...

Aku pun terkulai lemas diatas tubuu kak Ella yg telanjang bulat dilantai.
Sesaat kami terdiam merasakan lelah petualangan sex kami. Setelah beberapa saat aku berdiri untuk membenahi pakaian ku yg tercecer dilantai. Kami msh terdiam tanpa kata-kata merasa menyesali petualangan kami. Tp tidak kami ingkari kami pun sangat menikmati petualangan kami.aku pun langsung membuka pembicaraan meminta maaf atas kekhilafan ini.Roy : maafkan Roy kak Ella. Sudah lancang dgn kak Ella.

Ella : kak Ella maafkan Roy. Ini jg kesalahan kak Ella yg mengijinkan semua ini terjadi.kak Ella harap ini jd rahasia kita saja Roy.
Roy : iya kak ini akan jd rahasia kita saja.

Kami pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan sisa-sisa petualangan kami. Setelah selesai mebersihkan sisa cairan dan mandi keramas aku pun pamit untuk pulang kerumah.

Roy : kak, Roy pamit pulang dulu.
Ella : iya Roy kamu hati-hati dijalan.

Aku pun langsung menghidupkan sepeda motorku dan bergegas pulang.
Meninggalkan kak Ella sendiri istirahat di rumahnya.
Dalam perjalanan aku masih tidak menyangka bs mensetubuhi kak Ella.
Ada rasa bersalah tp ada rasa yg lebih besar untuk kembali merasakan petualangan sex dengan kakak iparku. Kak Ella..

Nikmatnya bercinta bertiga

SarangTogel - Namaku Ryan. Usiaku 28 tahun. Aku akan menceritakan tentang kisah kehidupanku yang kemudian mengubah pola pikirku dalam memahami cinta dan nafsu.

Kisah ini terjadi beberapa tahun yang lalu saat aku mempunyai seorang pacar yang sedang mengerjakan skripsi guna menyelesaikan studi S1-nya. Sebagai seorang pacar aku selalu mencoba menemaninya mengerjakan skripsi namun di sisi lain sebagai seorang karyawan aku pun harus mengutamakan pekerjaanku. Kisah ini terjadi pada 28 Juli 2004 di suatu senja di kota K.

"Hallo Ryan.. 'Met sore" Risa pacarku meneleponku.

O ya, sebagai gambaran, aku mempunyai pacar yang sangat cantik, wajahnya hampir mirip artis yang sering tampil di layar televisi, bodynya sexy, montok, serta ukuran BH-nya 36 B.


"Hallo juga Risa, lagi dimana nih?"
"Aku di rumah, eh kamu ada acara nggak?"
"kalau ya kenapa dan kalau nggak kenapa"
"Eku mau minta tolong dong, ortuku kan lagi pergi ke Jakarta. Di rumah aku sendirian, aku mau garap skripsi. Mau nggak nemenin aku?"
"Kapan?"
"Setahun lagi.. Gimana sih ya sore ini dong"
"Yah kalau sore ini aku nggak bisa, aku udah janjian ama temen bisnisku untuk merancang pembuatan proposal proyek"
"Ya udah kalau nggak bisa aku minta temenin temen kampusku aja biar sekalian busa diskusi"

Aku kemudian bergegas untuk pergi dengan teman bisnisku, sebenarnya ingin sekali aku menemani Risa, namun apa boleh buat karena aku berpikir bisnis ini kan juga untuk masa depan kami berdua, jadi nggak mungkin aku batalkan. Sementara Risa kemudian mengajak temennya Rico yang memang sudah kukenal untuk menemaninya mengerjakan skripsi. Rico ini adalah sahabat Risa, teman sekampusnya. Kalau kulihat dari tatapan matanya aku tahu betul kalau Rico itu naksir kepada Risa, apalagi memang Risa orangnya sangat friendly dan cantik lagi sehingga siapapun lelaki pasti tak akan menolaknya ketika diajak menemani. Togel Singapore

Acara dengan rekan bisnisku ternyata tidak berlangsung lama, karena ternyata ia ada saudaranya yang meninggal sehingga harus segera pergi. Di satu sisi aku girang juga karena aku segera dapat menemani kekasihku Risa. Segera kupacu mobilku menuju ke rumahnya. Sengaja aku tidak meneleponnya karena aku akan memberi kejutan kalau aku bisa menemaninya. Terbayang wajahnya yang cantik, aku ingin memeluknya dan segera berduaan dengannya. Tiba-tiba di tengah jalan aku teringat kalau ia tadi sudah menelepon temannya Rico. Entah mengapa tiba tiba aku jadi cemburu membayangkan mereka lagi berduaan dan bercanda ria. Padahal aku biasanya tidak merasakan ini karena aku paham betul siapa Rico.

Pukul 20.00 tepat sampailah aku di rumah Risa. Sayup-sayup kudengar orang tertawa-tawa dari dalam, sepertinya mereka tidak menyadari ada orang yang datang. Kuurungkan niatku untuk menekan bel, aku ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan, sehingga aku mencoba mengintip dari jendela kaca. Kulihat mereka lagi bercanda, apalagi Rico orangnya memang pintar melawak. Ada perasaan cemburu dalam dadaku melihat keasyikan mereka berdua. Sesekali kulihat Risa mencubit Rico karena saking gemasnya. Aku betul-betul tak tahan melihatnya. Langsung kubuka pintu depan rumahnya, hingga membuat mereka terkejut. Togel SGP

"E Ryan.." Serempak mereka mengucapkan itu melihat kedatanganku.

"Katanya garap skripsi kok malah asyik berduaan gitu?" bentakku ke Risa, karena cemburukku yang tidak terkontrol.

"Iya.. Kita kan lagi istirahat dulu" jawab Risa sambil tergagap. Kulihat Rico hanya diam saja mematung. Nampaknya ia tidak mau terlalu ikut campur karena "internal" kami.
"Kok nggak ada buku-bukunya?" tanyaku dengan kesal.

Tanpa menunggu jawaban kemudian aku keluar sembari membanting pintu menuju mobilku yang kuparkir di halaman. Aku sendiri tidak paham kenapa aku bisa secemburu ini padahal aku juga sudah kenal baik dengan Rico dan aku pun paham meski pun kadang Risa agak sedikit genit namun dia tidak mungkin melakukan hal yanhg aneh-aneh dan melebihi batas. Togel Hongkong

Aku masuk ke mobilku dan kustarter mobilku, tiba-tiba Risa keluar dari rumah dan berteriak-teriak memanggil namaku.

"Ryan.. Ryan.." Ia langsung masuk ke mobillku.
"Kamu kenapa sih Ryan kok nggak biasanya kamu begitu?"

"Gak usah banyak tanya, kan udah jelas kamu ini nggak tahu diri, aku lagi susah-susah untuk berusaha mengerjakan bisnis untuk masa depan kita berdua tapi kamu malah enak-enakan, bermesra-mesraan dengan Rico"

"Kamu jangan salah paham Ryan.. Kok tega kamu menganggap aku serendah itu, aku kan hanya minta tolong sama rico apalagi dia yang lebih paham masalah skripsi ini.. Kamu jahat Ryan" Risa mencoba menjelaskan sambil menangis.

Togel Hk - Melihatnya menangis aku menjadi iba, teringat aku akan kebaikannya, lucunya, keceriannya, bibir seksinya. Sejenak aku diam, kemudian kurengkuh badannya dalam pelukanku.

"Tapi kamu nggak selingkuh kan sayang?"

Risa menggeleng, kuseka air matanya, kuelus pipinya kemudian kukecup bibirnya. Ia membalas, lidah kami saling bertautan.

"Uhh.., ogh.." ia melenguh ketika sambil kucium bibirnya tangan bergerilya ke payudaranya.
"Uhh Ryan.. Aku sayang kamu" ciuman lidahnya makin panas dalam mulutku, sementara tanganku terus bergerilya pada dua buah dadanya yang montok.

Aku tahu betul kalau Risa ini paling tidak tahan ketika dadanya di sentuh, apalagi kalau putingnya di pegang pasti langsung mengeras bagaikan tersengan listrik 3000 volt.

"Ahh.. Uh.. Ryan.. Aku nggak tahan, kita lanjutin di kamar yuk.. Gak enak kalau kelihatan orang"

Togel Sydney - Wajah Risa memerah, nampak sekali kalau ia menahan gairah yang luar biasa. Tanpa banyak bicara langsung kupapah Risa sambil terus berangkulan menuju kamarnya. Kulihat di ruang tengah Rico tak ada, mungkin ia sedang di belakang. Tapi kami tak ambil pusing, langsung kubawa Risa ke kamarnya. Tanpa sempat menutup pintu sehingga agak terbuka sedikit. Kurebahkan tubuh Risa di kasur, kuciumi bibirnya, pipinya dan tak ingun kulepaskan.

"Ohh.. Ryan.. Uh.. Nikmat sekali" Risa terus menggelinjang ketika kubuka bajunya.

Tersembul di depan mukaku dua buah gunung yang masih terbungkus kain meski tidak menutupi semuanya. Putih bersih begitu indah dan menggairahkan. Kuciumi kembali 'buah' yang masih tertutup itu.

"Uh.. Ogh.. Uh.. Ogh.."

Desahan suara Risa semakin menggairahkan aku untuk terus memainkan payudaranya. Perlahan kubuka kait tali BH nya dari belakang, sedikit demi sedikit kutarik semua BH nya.

"Oh.."

Lenguhan Risa semakin kencang. Sejenak kupandangi dua buah gunung yang sudah tak berkain lagi, tampak putingnya yang kecoklatan mengeras tegak seolah memanggilku untuk segera menjilatnya

"Kok dipandangi aja sih.. Cium dong". Angka Jitu

Risa memintaku seakan tak sabar untuk segera memintaku melumat habis putingnya. Kudekatkan perlahan kepalaku di dadanya. Kujilat-jilat kulit di sekitar putingnya sembari menggodanya untuk memberikan sensasi yang luar biasa.

"Oh.. Oh, ogh," Risa merintih ketika lidahku tepat berada di putingnya. Kubasahi putingnya dengan ludahku.
"Aughh.. Ohh.. Ogh.." Rintihan dan lenguhannya makin keras saat kutarik putingnya dengan mulutku..
"Ohh.. Ambil semua Ryan.. Ambil semua.. Aku milikmu Ryan" napas risa semakin tak beraturan menggelinjang ke kanan ke kiri bagai cacing kepanasan.

Sementara itu akibat kelalaian kami tak menutup pintu, sepasang mata terus mengamati aktivitas yang aku dan Risa lakukan. Di luar sepengetahuanku, Rico ternyata mengintip perbuatan kami. Memang bukan sepenuhnya dia yang salah tapi juga karena keteledoran kami yang karena terlalu asyik tidak sempat menutup pintu.

Aku terus mencumbu Risa, kujilat perutnya dan terus kebawah. Pelan namun pasti kubuka celana jeans Risa, tangannya secara refleks juga ikut membantu menurunkan celananya. Terlepaslah celana jeans biru Risa, kini yang tertinggal hanyalah celana dalam warna pink yang di dalamnya tampak gundukan hitam yang ditumbuhi rambut ynag cukup lebat.

"Oh.. Rico.." Teriak tertahan Risa yang makin terangsang, sambil menggigit bibir menahan gelora nafsu yang kian panas.
"CD-mu lepas sekalian yah?"
"Ehm.." Ungkap Risa sembari menggangguk, seakan tak mampu lagi untuk mengeluarkan kata-kata.

Kini Risa telah telanjang bulat di depanku, bodynya betul-betul menggairahkan membuat 'adik' kecilku yang masih tersimpan di celana berontak meminta untuk keluar ikut bergabung.

"Kamu lepasin juga dong pakaianmu.. Kan nggak adil kamu masih lengkap aku dah telanjang bulat gini"

Tanpa banyak bicara kulepaskan seluruh pakaianku, hingga keluarlah senjataku yang telah berdiri tegak dan bersiap menjemput mangsanya. Kutundukkan kepalaku untuk menciumi gundukan bukit kecil Risa yang ditumbuhi hutan hitam yang lebat.

"Ohh.. Uhh.. Ugh" teriakan Risa makin tak beraturan, apalagi saat kutemukan benda kecil bagai kacang berwarna merah dan basah. Sejenak kupandangi kemudian kembali kusapu dengan lidahku meminum sari-sari kacang itu dengan nikmatnya. Togel Senin
"Ah.. Ryan.. Kamu pintar sekali, terusin Ryan.. Terusin" sambil menggelinjang tangan Risa mencari-cari sesuatu. Ups.. Akhirnya ia dapatkan juga tongkatku yang sudah tegak.
"Oh.. Oh.." aku pun mendesah geli ketika tongkatku dipegang tangan halusnya, perlahan tongkatku dikocoknya.
"Uh.. Uh.." Aku semakin tak tahan merasakan sensasi yang begitu nikmat.

Tiba-tiba Risa bergerak memutar tubuhnya hingga mulutnya persis berada di 'adik' kecilku seolah ia mau berdiskusi lebih jauh dengan 'adik'ku yang gagah. Sedangkan mulutku juga tepat berada di bukit yang di tengahnya terdapat lorong ditutup kacang. Kami bermain dengan gaya 69.

"Oh.. Uhh.. Ogh.."
"Ah.. Uh.. Slurp.. Slurp.." Bunyi gesekan mulut dan tongkat serta mulut dan gua makin keras terdengar. Kami asyik dengan mainan kami masing-masing hingga berlangsung sekitar 20 menit.
"Ryan.. Aku nggak tahan lagi, masukin dong tongkatmu ke guaku" Rengek Risa sambil terus berdiskusi dengan tongkatku, dijilatnya tongkatku hingga licin, bahkan sesekali telornya pun ia cicipi juga.
"Ryan.. Please.. Cepetan donk.. Aku nggak tahan lagi.."
"He eh.." Jawabku sambil terus menikmati kacangnya..
Beberapa saat kemudian kuputar badanku pada posisi semula. Risa mengangkangkan kakinya hingga gundukan bukit itu nampak jelas sekali. Hutannya yang hitam dan rimbun membuat pemandangan tampak begitu indah, begitu pula 'kacang basahnya' yang melambai-lambai. Wajahnya yang merah, bibirnya yang seksi menahan gairah semakin menambah kecantikannya malam ini.


"Cepetan dong Ryan.." Perlahan namun pasti kugerakkan tongkatku menuju gua yang lebat itu
"Ouhh.." Risa merintih saat kepala tongkatku mulai masuk kemulut gua yang sudah basah dan licin.
"Ah.. Ouh.. Ohh."
"Oh.. Oh.. Uhh.."

Desahannya dan desahanku bersahutan tatkala pelan-pelan batang tongkatku masuk ke dalam gua. Sejenak tongkat itu kutarik keluar kemudian kumasukkan lagi dengan sangat perlahan.

"Ahh.. Ouhh.. Nikmat sekali Ryan.. Ohh"
"Aku sayang kamu Risa" Nomor Jitu
"Aku juga Ryan.. Oh nikmat sekali.. Ohh"

Tongkatku terus bersenam maju mundur di dalam gua Risa. Sementara itu mulutku juga terus bergerilya di gunung kembar Risa.

"Ahh.. Ryan.. Oh.. Terus Ryan.. Dalem lagi.. Ohh" Risa terus menggelinjang ke sana ke mari, pantatnya juga terus bergoyang bagaikan Inul di atas panggung.
"Oh.. Oh.. Aku tak tahan lagi Ryan.. Tongkatmu enak sekali, aku hampir sampai.. Terus Ryan lebih keras lagi.. Ohh"
"Ahh.. Uhh.. Uh.. Aku juga hampir keluar sayang, dikeluarkan dimana? Di luar apa di dalam?"

Tiba-tiba ada sesuatu lahar panas yang akan segera muntah dari tongkat kenikmatanku.

"Di dalam aja biar nikmat.. Oh.. Uh.." Cret.. Cret.. Crett.. Keluarlah lahar panas dari tongkatku.
"Ohh.. Aku sampai.." Pada saat yang bersamaan Risa juga sampai pada puncaknya.
"Uhh.. Ogh.."

Lolongan panjang kami mengakhiri pertempuran pertama yang luar biasa nikmatnya. Perlahan nafas kami teratur kembali seperti turun dari puncak kenikmatan yang sensasional.

Prakk.. Tiba-tiba terdengar suara vas bunga tersenggol, aku dan Risa saling berpandangan, terkejut sekaligus sadar kalau Rico masih ada di ruang tengah.

"Risa.. Rico kan belum pulang?"
"Belum.. Kamu sih terlalu bernafsu.."
"Habis kamu juga sih.. Terlalu menggairahkan he he.."
"Jangan-jangan dia lihat kita?"
"Biarin aja deh, kan malah lebih sensasional"
"Dasar Gabrut kamu.."
"Eh Risa, aku punya ide"

Tiba tiba muncul dalam benakku untuk mengajak Rico ikut serta dalam permainan kami, seolah aku sudah lupa kalau tadi sempat merasa cemburu dengan keberadaannya.

"Ide apaan?"
"Gimana kalau Rico kita ajak sekalian main dengan kita"
"Maksudmu?" Kode Alam
"Kita ajak dia untuk bercinta bersama, kan lebih asyiik.. Pasti jauh lebih nikmat"
"Ah gila kamu.. Gak mau emangnya aku cewek apaan.."
"Bukan begitu, pasti lebih sensasional. Percayalah ini tidak akan mempengaruhi hubungan kita. It's just sex not love. Aku juga tetap mencintaimu"

Sejenak Risa berpikir, mungkin ia menganggap ideku sangat gila, tapi entah kenapa tiba-tiba bulunya merinding dan tampak wajahnya bergairah, mungkin ia membayangkan permainan tersebut. Namun ia juga tidak mau kalau tampak menggebu menginginkan permainan itu karena bagaimana pun kami memang saling mencintai.

"Apa kamu serius Ryan?"
"Serius" aku coba meyakinkan Risa.
"Kamu nggak cemburu kalau aku main seks juga dengan Rico?"
"Ya enggaklah kan aku yang minta, asalkan ada aku"
"Kamu nggak ngambek lagi kayak tadi saat liat aku hanya bercanda dengan Rico"
"Enggak.. Percayalah.. Ini mungkin malah akan membuat hubungan kita semakin dewasa"
"Terserah kamulah" Risa akhirnya pasrah, yang penting tak mengubah apapun pada hubungan kami, karena tiba-tiba ia pun mulai bergairah.
"Ok kalau gitu aku akan bicara ama Rico"

Togel Online - Aku segera turun dari ranjang, kupakai celanaku kemudian aku keluar dari kamar. Kulihat Rico lagi merokok di ruang tengah, dari wajahnya nampak ia sangat gelisah melihat permainan tadi, mungkin ia juga sangat terangsang tapi tak ada pelampiasan. Kaget ia ketika melihatku melangkah ke arahnya.

"Eh Ryan.."
"Ric.. Sori ya perlakuanku tadi, aku agak emosi karena badanku lagi capek, pikiranku juga stress akibat kerjaan"
"Gak pa-pa kok Ryan.. Aku paham, biasalah dalam setiap berhubungan, cemburu itu kan tanda sayang" ungkapnya sok bijak dan arif.
"Sori juga tadi kamu kami tinggal sendirian di ruang tengah"
"Gak pa-pa kok"
"Tapi tadi kamu lihat kan aku ngapain dengan Risa?"
"Enggak.. Aku nggak.. Tahu.." Katanya agak gugup.
"Gak usah bohong Ric.. Aku nggak pa-pa kok, kita kan udah sama-sama dewasa, malah kalau kamu mau boleh kok kalau kamu ikutan"
"Maksudmu?"
"Iya kalau kamu mau, kamu boleh kok ikutan"
"Ikutan apaan?"
"Ikutan bermain seperti yang kamu lihat tadi"
"Apa aku nggak salah denger?
"Enggak.. Tadi aku juga udah bicarakan ama Risa, Risa juga setuju kok, itung-itung ini sebagai tanda maaf kami berdua, lagian kamu kan juga udah lihat semuanya"

Rico tercenung, mungkin ia tak percaya dengan apa yang barusan ia dengar, ia seolah sedang bermimpi. Tapi aku segera menyadarkannya.

"Yuk kita ke kamar.. Kasihan Risa dah menunggu lama" kutarik tangan Rico untuk ikut ke kamar Risa.

Begitu masuk kamar, nampaklah Risa sedang telentang di tempat tidur sambil diselimuti sedikit di bagian bawah perutnya. Rico melongo melihat pemandangan yang luar biasa, paha yang putih mulus, dada yang indah membusung, pemandangan yang mungkin selama ini hanya ia bayangkan saat melakukan onani karena aku pun tahu kalau memang sudah sejak lama ia sangat tertarik dan bernafsu ketika melihat Risa. Namun sejauh ini ia cukup tahu diri karena Risa sudah ada yang punya. Tapi kini Rico melihat Risa yang betul-betul dalam posisi menantang, atas ajakanku sendiri yang merupakan pacarnya Risa.

"Kok diem Ric, kenapa?" Sapa Risa memecahkan kesunyian.

Kulihat sebenarnya Risa agak gugup dipandangi seperti itu. Apalagi kini di depannya ada dua lelaki yang selama ini memang dekat dengannya yang satu sahabatnya yang satu adalah pacarnya. Atau mungkin ia juga membayangkan sebentar lagi kedua orang dekatnya itu akan menjamah tubuhnya dan memberikan kenikmatan kepadanya. Kulihat pancaran wajahnya sangat bergairah. Sedangkan aku sendiri juga tidak tahu kenapa, saat ini sama sekali tidak ada rasa cemburu sedikit pun, malah yang justru aku sangat terangsang menghadapi permainan yang akan segera kami mulai.

"Yuk Ric kita mulai pestanya" Kuajak Rico segera mendekat ke Risa.

Kulepas semua baju yang ada di tubuhku, juga kuminta hal yang sama dengan Rico. Kini kami bertiga dalam keadaan yang sama-sama telanjang. Kulirik tongkat Rico yang sudah tegak, dari sisi ukuran memang tak jauh beda. Namun masing-masing punya kekhasan tersendiri. Punyanya agak melengkung sedangkan punyaku menjulang dengan kokohnya.

Aku memulai duluan dengan merundukkan kepalaku pada bagian bawah perut Risa. Hutannya yang lebat kuciumi dengan seksama.

"Ouh.. Ouh.." Risa merintih kenikmatan.

Rico pun tidak mau ketinggalan, ia mengambil bagian pada wajah Risa. Ia ciumi bibir Risa dengan lembutnya. Bibir sensual yang selama ini hanya ada dalam bayangannya.

"Ouh.. Ogh.. Uh.." Risa tak tahan menahan sensasi serangan bawah atas, tubuhnya menggeliat ke sana ke mari, pantatnya bergoyang bagai tampah yang sedang diputar-putar.

Sambil terus beradu bibir dengan Risa, tangan Rico bergerilya ke dalam payudara Risa yang ranum.

"Ouh.. Ou.." sensasi yang Risa rasakan makin menjadi-jadi.
"Hh.. Uh.." Desah nafas kami makin tak beraturan.

Sambil terus kujilati 'kacang basah' Risa, kulihat Rico mengubah posisi. Tongkatnya yang melengkung itu ia sodorkan ke mulut Risa. Dan Risa pun menyambutnya dengan antusias.

"Ouhh.. Ups.." Pelan dan pasti tongkat Rico keluar masuk dari mulut Risa.. Terkadang Risa melahapnya hingga hampir mengenai telurnya.
"Ohh.." Kudengar erangan Rico menahan kenikmatan dari mulut yang selama ini ia bayangkan. Sementara aku sendiri juga mengubah posisi, tongkatku yang sudah tegak kucoba untuk kumasukkan ke dalam tempat 'kacang basah' Risa.
"Aauuww.. Ohh.. Auww" Risa berteriak tertahan menahan kenikmatan tongkatku, namun tertahan suaranya oleh tongkat Rico yang sedang maju mundur.

Kulihat wajah pacarku ini benar-benar cantik dan menggairahkan dengan dua buah tongkat yang sedang memasuki lubang atas dan bawahnya. Kugerakkan tongkatku maju mundur mengikuti gerakan Rico yang juga maju mundur dalam mulut Risa.

"Ohh.. Ua.. Uuaoww" berbagai suara-suara tertahan serta desahan nafas memecah kesunyian malam itu.

Setelah berlangsung selama 10 menit, kemudian Rico menoleh ke arahku, meski ia tak bicara tapi aku mengerti kalau ia minta ijin kepadaku untuk tukar posisi, karena ia ingin merasakan juga nikmatnya 'kacang basah' Risa. Kami pun bertukar tempat. Tongkat Rico di bawah, sedangkan tongkatku di mulut Risa.

"Ouhh.. Ohh.." Tongkatku maju mundur dalam mulut Risa, kadang kepalanya ia jilat, kadang batangnya bahkan kadang seluruhnya ia telan.
"Ouhh enak sekali Ris.. Punya kamu masih seret.. Ohh" Terdengar Rico meracau merasakan nikmatnya gua Risa.
"Ris, kamu makin cantik sekali, dengan wajah penuh permen gitu.. Ohh" matanya melotot kugodain seperti itu, tapi makin tambah nikmat.
"Ohh Ris.. Dada kamu montok sekali.. Ohh"
"Ahh.. Kamu menggairahkan sekali Ris.."
"Auh.. Ohh" sensasi yang kami rasakan makin menjadi.

Mata Risa berkejap-kejap tanda ia sudah mau mencapai orgasme, aku hapal betul tanda-tanda ini karena aku sering bermain cinta dengan Risa.

"Ohh.. Ohh.." Di saat yang sama akupun juga merasakan hal serupa, akhirnya kutumpahkan seluruh lahar panasku kemulutnya. Crutt.. Crutt..
"Ups.. Ohh.."

Mulut Risa belepotan oleh cairan lahar panasku. Sebagian ia telan karena ia mempercayai akan membuatnya awet muda. Sedangkan Rico masih terus memompa, tapi kulihat ia pun hampir mengeluarkan lahar panasnya.

"Ohh.. Huu.. Ohhghh.."

Cret.. Cret.. Crret.. Tumpahlah lahar panas Rico yang ia keluarkan di perut Risa, sengaja ia tidak mau mengeluarkan di dalam karena takut resiko pada kehamilan Risa, meski sebenarnya Risa sudah meminum obat anti hamil.

Kami bertiga kemudian tergeletak lemas, namun puas setelah mencapai puncak bersama-sama. Karena Risa di rumah sendirian, maka semalam kami terus berpesta. Kadang aku dengan Risa, kadang Rico dengan Risa, kadang juga bertiga. Tapi yang pasti aku tidak dengan Rico karena aku masih waras bukan gay. Dan kulihat Risa sangat menyukai permainan ini.

Sejak saat itu hubunganku dengan Risa semakin mesra, tanpa ada rasa cemburu tapi semakin cinta. Dan rencananya kami juga akan segera menikah. Sedangkan petualangan kami terus berlanjut yang mungkin di lain waktu kuceritakan.

Kak Rina dan Kak Rani Kekasih kembar ku yg mengairahkan


SarangTogel - Satu bulan lewat Yanti jadi pacarku, aku nggak tahu pacar Yanti yang nomer berapakah aku ini, aku juga nggak tahu sudah berapa banyak lelaki yang tidur dengan Yanti. Dibenak pikiranku hanya satu, yaitu aku dapat teman tidur dan dapat menyalurkan hasrat lelakiku kapan aku suka kepadanya. Nampaknya Yanti juga menikmati hal tersebut.

Ibu Yanti sudah kenal baik denganku, demikian pula Kak Rina, Kak Rani dan kedua anaknya serta suami-suami mereka. Pernah Kak Rina 2 kali memergoki aku dan Yanti saat kami bercinta di dalam kamar Yanti. Namun agaknya bagi Kak Rina bukan hal yang luar biasa melihat adiknya tidur dengan lelaki di kamarnya, kamar Kak Rina dan Yanti bersebelahan, mungkin erangan dan suara pekikan Yanti saat kami bersenggama terdengar dari kamar Kak Rina. Oleh keluarga itu aku sudah dianggap seperti keluarga sendiri, di rumah itu aku merasa seperti di rumah sendiri. Kadang aku tidur di rumah keluarga tersebut, biasanya aku tidur di kamar Yanti. Jika suami Kak Rina tak di rumah biasanya Yanti tidur bersama Kak Rina atau bersama ibu jika suami Kak Rina ada. Namun biasanya saat mereka semua terlelap tidur, Yanti diam-diam mengendap masuk ke kamar-nya dimana aku tidur. Dan tentu saja, malam itu kami manfaatkan untuk bermesraan sepuas hati kami.

Togel Singapore - Pada suatu pagi, saat aku lewat di depan rumah Yanti untuk berangkat ke kampus, ku dengar suara Kak Rina memanggilku. Aku segera membelokkan arah langkahku menuju rumah Yanti, saat aku masuk ke rumah kudapatkan rumah dalam keadaan sepi, hanya Kak Rina sendiri di rumah. Kak Rina memintaku memperbaiki seterika yang rusak.

Seterika tersebut kuperbaiki di atas meja seterika di ruang belakang, Kak Rina berdiri di sebelahku menunggui aku memperbaiki seterika. Saat aku hendak meraih obeng di meja, tanpa sengaja tangan Kak Rina tersentuh olehku. Kak Rina diam saja, tiba-tiba timbul isengku, kupegang dan kuremas tangan Kak Rina, ternyata Kak Rina tak menarik tangannya, sehingga timbul keberanian dan kenekatanku. Kupeluk pinggangnya dan tubuhnya kutarik merapat ketubuhku, langsung mulutku menyergap mulutnya. Mungkin Kak Rina tak mengira kenekatanku itu, namun ternyata dia tidak menolak bahkan membalas ciumanku.

Togel SGP - Mendapat reaksi yang demikian aku tak ragu-ragu lagi, segera tanganku menjelajah kian kemari. Menyingkap daster bagian depan dan menyusupkan tangan ke balik celana dalamnya. Memeknya terasa hangat, tanpa ada gumpalan rambut, segera jariku beroperasi di dalam memeknya, membuat Kak Rina mengerang.., mendekap tubuhku semakin kencang.


Kubuka kancing daster yang terletak di bagian belakang, dan segera kulepaskan dasternya, sehingga tubuhnya hanya tertutup BH dan celana dalam saja. Mencuat dua bukit kembar yang tertutup oleh BH warna cream. Kulepas tali Bh-nya dan langsung kuhisap puting susunya. Kak Rina sudah nggak bisa mengendalikan diri lagi, didekapnya kepalaku keras kedadanya, sementara tanganku terus bergerilya di dalam memeknya. Akhirnya kami berciuman, daster dan BH Kak Rina sudah terlepas, sehingga bagian yang paling rahasia saja yang masih tertutup oleh CD warna putih. Togel Singapura

Setelah beberapa saat direnggangkan pelukannya, lalu cepat diraihnya daster, untuk menutupi tubuhnya ala kadarnya dan ditariknya tanganku menuju kamarnya. Di dinding kamar Kak Rina terpasang gambar Kak Rina dan suami, namun gambar foto itu sudah tak berarti lagi manakala Kak Rina sudah terbuai oleh berahi yang memuncak. Segera dilepas celana dalamnya, dan segera dia telentang di atas tempat tidur sambil mengangkangkan pahanya lebar-lebar. Terlihat jelas celah di antara kedua pahanya yang putih menentang, siap menerima kehadiran penisku. Merekah kemerahan memek Kak Rina dan membuat kontolku keras menegang siap melumat lubang nikmat itu, Kak Rina menunggu dengan tak sabar. Perlahan-lahan kulepas pakaianku, mata Kak Rina tak lepas-lepas mengawasiku saat aku melepas pakaianku.

Begitu celana dalamku terlepas, dan nampak penisku tegak berdiri, maka segera Kak Rina bangkit dan menarik tubuhku menindihnya., dengan rakus dipegang penisku dan langsung dibimbingnya masuk ke memeknya. Togel Hongkong

Kuikuti saja kemauan Kak Rina, langsung kusentak penisku hingga langsung amblas ke dalam memek Kak Rina yang memang sudah basah kujarah tadi. Kugenjot penisku keras-keras dan cepat, luar biasa erangan-nya.., Nampak sekali Kak Rina menikmati, gerak tubuhnya luar biasa binalnya, bagai harimau betina yang sedang kelaparan mencari mangsa. Pinggulnya digoyang naik turun, kadang diputar-putar, wah ..nikmat sekali. Lima belas menit sudah kami bercinta, tiba-tiba badannya mengejang, pertanda dia telah mencapa klimaks, diiringi dengusan dan erangan yang agak keras; didekapnya badanku erat-erat. Terasa cairan hangat melumasi liang vaginanya dan membuat penisku semakin mudah bergerak.

Kucabut penisku dan kubalik badannya, dalam posisi merangkak kuhunjamkan penisku ke memeknya, langsung kugenjot keras-keras. Kepalanya menengok ke belakang, dan kembali kami berciuman, tanpa menghentikan hentakan penis di dalam liang vaginaya.

Togel Hk - Kuremas-remas buah dadanya dari balik punggungnya, keras dan kenyal, semakin kupercepat genjotanku, penisku sudah mulai berdenyut-denyut pertanda air maniku hendak muncrat.., Di luar memeknya terlihat cairan berbusa, hal itu karena cairan memeknya yang tadi sudah keluar kukocok dengan penisku.

Sessat kemudian kurobah posisi, Kak Rina menindihku. Digerakan pantatnya naik turun, aku mengimbangi dengan gerakan yang sama namun berlawanan. Badan Kak Rina bergoyang-goyang, kadang membungkuk dan menciumku, kadang tegak sambil tangan kanannya memegangi penisku untuk tetap tegak dan masuk ke dalam memeknya.
Kembali klimaks dicapainya, terasa dinding vaginanya semakin basah, sehingga penisku semakin lancar bergerak di dalamnya.

Kucabut penisku, kuambil tissue dan aku lap bagian dalam memek Kak Rina, kutelen-tangkan badannya, kutindih lagi tubuhnya, kudekap tubuhnya erat-erat, lalu kugenjot memeknya cepat dan dengan sepenuh tenaga. Reaksi Kak Rina luar biasa, dia mengerang, bahkan kadang menjerit lirih pertanda diapun menikmati permainan itu. Tiba-tiba kuhentikan gerakanku, Kak Rina sepertinya sudah tak sabar, digerakan pahanya ke atas, sepertinya mengejar kemana penisku pergi. Benar-benar Kak Rina menikmati sekali permainan itu, tak henti-henti bibirnya berucap, ough.. nugi.. terus.. nugi.. ouh.. aah.. enaak.. ough.. Kutekan dan kugenjot terus penisku keras-keras ke dalam memeknya. Terdengar bunyi dan derik dipan tempat tidur Kak Rina, erangan dan rintihannya semakin menambah gairahku, bunyi berkelepak akibat beradunya badan kami saat aku menekan masuk penisku ke dalam memek Kak Rina., seirama dengan goyang dan gerakan yang kami lakukan. Agen Togel 


Sesaat kemudian kembali Kak Rina mengerang agak keras, ooh.. nugi.. teruss.. aahh.. aahh.. teruus.. aahh.. dan badannya kembali menegang pertanda klimaks telah dicapainya lagi.

Aku sudah tak dapat menehan lagi keinginan untuk memuntahkan air maniku, sehingga aku percepat gerakan tubuh, akhirnya lepas dan terbuanglah air maniku dengan pancaran yang kuat sehingga air maniku masuk jauh ke dalam liang vagina Kak Rina, terasa sebagian air maniku meleleh keluar dari lubang vagina Kak Rina, membasahi seprei hingga terlihat noda bercak spermaku bercampur sperma Kak Rina. Togel Sydney

Puuas.., betul-betul hebat Benar-benar..pertempuran yang hebat dan melelahkan.., pelan-pelan kurebahkan tubuhku disampingnya, namun sebelum niatku kesampaian Kak Rina menahanku, dan memintaku tetap dalam posisi menindihnya, sementara kontolku tetap dalam vaginya.

Keringat bercucuran.., membasahi tubuh kami berdua, sprei tempat tidur sudah berantakan, dan bercak-bercak akibat tetesan air maniku bercampur air mani Kak Rina mengotori sprei itu.. Buah dada Kak Rina, semakin mengkilat terkena keringat dan benar-benar merupakan pemandangan yang sangat menggairahkan. Segera kuhisap dan kuremas payudaranya, ohh.. enak nugi.. enak..

Kami tidur berdampingan, aku telentang dan Kak Rina memelukku. Kaki kirinya disilangkan di atas tubuhku, sedangkan kepalanya diletakkan di dadaku. Terasa hangat dan berlendir memeknya, menempel di perutku. Matanya menatapku penuh mesra, tangan kirinya tak henti-henti mengelus kontolku. Kami berbicara pelan sambil bercanda mesra, dia bertanya kepadaku, kenapa aku begitu nekad memeluk dan menciumnya. Aku jawab bahwa memeknyalah yang mengajak dan memintaku berbuat begitu.., Kak Rina tertawa geli dan dicubitnya perutku.. Kak Rina bilang, bahwa dia memang menunggu kesempatan seperti ini, dia bilang sangat terangsang mengintip aku dan Yanti saat kami bercinta. Dia selalu terbayang dengan kejadian itu.. dan saat keadaan rumah sepi, timbul ide untuk mengajakku berbuat seperti itu.., apalagi sudah 2 bulan lebih suaminya tidak memberinya nafkah batin. Katanya permainanku hebat, baru kali ini dia merasakan nikmat bersenggama.., selama ini dengan sang suami tak pernah dia peroleh klimaks seperti yang dia rasakan denganku. Togel Pattaya

Lima belas menit kemudian, terasa penisku menegang dan mengeras lagi. Tanpa permisi si pemilik memek, segera kutindih tubuhnya dan kubenamkan penisku di memeknya. Kami bergelut dan bercumbu tanpa ada rasa was-was dan khawatir.., akhirnya setelah dua kali Kak Rina menikmati orgasme, kutumpahkan lagi air maniku ke dalam memeknya.. Permainan itu kami ulangi lagi beberapa saat kemudian, hingga terdengar lonceng jam berdentang 12 kali. Segera Kak Rina memintaku berpakaian. Setelah selesai kami berpakaian dan merapikan tempat tidur kembali kami keluar kamar menuju ruang tamu, sambil saling merangkul. Di sofa ruang tamu kami duduk berdampingan, tubuh kami rapat dan saling melingkarkan tangan merangkul satu sama lain. Bibirnya kucium dan kulumat dalam-dalam.., saat kami sedang bermesraan seperti itu.. tiba-tiba pintu samping terbuka. Kak Rani masuk sambil membawa tas belanjaan, melihat apa yang kami lakukan Kak Rani sempat tertegun sejenak, namun segera dia menguasai diri langsung pergi menuju ke dapur. Nampak di wajah Kak Rina terbesit rasa khawatir, kuelus dan kubisikkan bahwa jangan khawatir, semuanya pasti beres.. kataku menenteramkan hatinya.

Kukejar Kak Rani ke belakang, kulihat Kak Rani sedang meletakkan belanja di meja dapur. Segera kuhampiri dan langsung kupeluk dari belakang, Kak Rani terkejut dan memutar badannya menghadapku, tangannya berusaha mendorong tubuhku dan mencoba melepaskan diri dari pelukkanku. Aku tak mau menyia-nyiakan kesempatan itu, kupeluk Kak Rani lebih erat dan langsung bibirnya kucium, mula-mula Kak Rani meronta-ronta mau melepaskan diri.., namun akhirnya dia menyerah.. bahkan saat jari tanganku menerobos masuk ke dalam CD-nya dan langsung menusuk ke liang vaginanya dia mengerang lirih dan mendekap erat tubuhku, rupanya Kak Rani menikmati apa yang aku lakukan padanya.

Aku bopong tubuhnya, dan langsung kubawa masuk ke kamar Kak Rina, yang baru saja aku dan Kak Rina pakai bermesraan. Segera kujatuhkan tubuhku di atas dipan dalam posisi menindih tubuh Kak Rani. Aku tak mau mengambil resiko, cepat kulepas celana dalam Kak Rani dan juga celanaku, langsung kudorong penisku ke memeknya, Kak Rani mengerang dan melenguh.. oough..nugi..oouh..jangan .. nugi .. jangan.. aahh.., kugerakkan pantatku naik turun. Mula-mula sulit kugerakkan penisku memasuki memeknya, namun sesaat kemudian Kak Rani semakin terangsang dan memeknya semakin basah, hingga semakin mudah kontolku menyeruak masuk ke dalam memeknya.., dan akhirnya bebas merdeka.. menjelajahi bagian dalam memeknya..


Kak Rani mengerang-erang menikmati genjotan penisku di memeknya, sambil tetap menggenjot kubuka baju atas dan tali BH-nya, lalu ku campakkan jauh ke lantai.., kuhisap puting dan kuremas payudaranya, semakin menggila gerakkannya..

Memek Kak Rani lebih longgar di banding memek Kak Rina, barangkali ini akibat dia pernah melahirkan.., namun kulit Kak Rani lebih halus dan wajahnya lebih cantik dan bersih.., mungkin semua itu karena dia rajin merawat tubuh dan wajahnya.., di samping itu Kak Rani lebih berada.., sehingga ada biaya untuk merawat tubuh dan wajahnya. Togel Genting

Saat aku sedang berpacu mengumbar nafsu di atas tubuh Kak Rani, pintu kamar terbuka dan kulihat Kak Rina berdiri di sana melihat apa yang sedang kami perbuat. Sesaat dia berdiri mengawasi kami, lalu dia tersenyum dan pergi menuju ke ruang tamu, untuk memberi kami kesempatan untuk berasyik-masyuk..

Hentakkan tubuhku semakin cepat dan bertenaga.., kepala Kak Rani bergoyang-goyang, tangannya semakin kuat meremas-remas sprei .., akhirnya Kak Rani nggak tahan.. diangkat pantatnya ke atas untuk menyambut gerakkanku, dan akhirnya dihempaskan diiringi erangan yang keras.. ouhh..nugi..ough..nugi.. teruuss..teruss..ough.., tubuhnya mengejang sesaat, tangannya memeluk kepalaku dan membenamkannya di antara kedua payudaranya.., seer..seetr..terasa sesuatu yang hangat melumasi kontolku.. Pelan-pelan kugerakkan kontolku.., belum terasa denyutan pertanda air mani bakal keluar.., pelan dan dengan penuh perasaan kugenjot penisku.. Kak Rani merengkuh kepalaku dan segera melumat bibirku.., sambil berdesah dia berkata.. kamu kurang ajar nugi.., kurang ajar aaugh..ooh..eehmm.., begitu katanya saat kubekap mulutnya dengan mulutku dan kusentak penisku keras-keras di memeknya.
Cairan kental keputihan meleleh, jatuh ke rok bawahnya, yang belum sempat ku lepas..

Sesaat kemudian ku balik posisi, Kak Rani menindih tubuhku, tak lupa kulepas rok bawahnya dan kulempar jauh ke lantai. Kutempelkan kontolku dimulut memeknya, dan segera kudorng masuk ke dalam memek Kak Rani.., kembali Kak Rani mengerang.. ough..nugi..kau..jahaat..nugi..ough..

Aku tak peduli dengan ocehannya.., kugerakkan penisku keluar masuk memeknya, menggesek dinding dalam memek Kak Rani.., kuremas buah dadanya..jari-jari tangan kanan Kak Rani, memainkan bibir memeknya..ssh..ssh.. oough..ough..nugi ..ssh.. eenak.. terus nugi..terus..

Makin cepat dan keras..goyangan pantatku.., tubuh Kak Rani terlonjak-lonjak di atas badanku.., seperti sedang menunggang kuda yang binal.., tak henti dari mulutnya keluar suara erangan..dan lenguhan.. Kak Rani betul-betul menikmati kebersamaan kami.., bahkan sesaat kemudian tubuhnya aktif bergerak menghentak-hentak semakin cepat..sambil mendesis, mengerang..melenguh..kembali lagi tubuhnya menelungkup di atas tubuhku dan mulutnya dengan rakus mencari mulutku dan kemudian menciumku penuh dengan nafsu.., dipererat pelukannya.. dan akhirnya kembali tubuhnya mengejang..mencapai klimaks untuk kedua kalinya.. Penisku terasa mulai berdenyut.. hampir kehilangan kontrol.. Togel Milan

Kudorong tubuhnya.. dan kuatur dalam posisi merangkak, kuhunjamkan kontolku kembali kedalam memeknya.., mudah terasa.., karena sudah diperlicin dengan cairan vagina Kak Rani. Denyutan makin terasa.., kuputar lagi tubuhnya, kutelentangkan.. Kubuka lebar-lebar kedua pahanya dan kuserbu lagi memeknya dengan kontolku, langsung cepat dan keras.., terdengan erangan dari mulutnya.., tak kupedulikan..kugenjot-genjot terus memeknya.., penisku bertambah keras berdenyut .. Dan akhirnya dengan satu sentakan keras kulepas masuk benih anak-anakku, ke dalam rahim Kak Rani.., terasa cukup banyak air mani yang kulontarkan.., dan sebagian meleleh keluar jatuh mengotori seprei tempat tidur Kak Rina.. Kudekap erat dan kucium mulut Kak Rani.

Selesai permainan kami babak pertama, kubiarkan penisku tetap di dalam memeknya.., kuciumi sekujur mukanya.., kujelajahi mulutnya dengan lidahku.., Kak Rani membiarkan saja ulahku.., hal demikian berlangsung hampir sepuluh menitan. Dengan menegang dan mengeras kembali kontolku, segeara kumulai babak kedua permainanku.. 

Kak Rani pasrah saja kuperlakukan demikian.., nampak betul dia menikmati saat-saat kebersamaan kami.., hingga akhirnya tercapai kembali klimaks beberapa kali.. sebelum akhirnya air maniku tertumpah lagi ke dalam vaginanya.. Setelah permainan babak kedua selesai.., terasa benar tubuhku lemas dan tak bertenaga rasanya.. Tenagaku benar-benar terkuras habis..meladeni dua wanita kembar tersebut.

Kak Rina dengan kemanjaannya dan suka rela melayaniku, sedangkan Kak Rani yang semula kupaksa akhirnya menikmati pula permainanku..
Setelah cukup beristirahat, kami segera memakai kembali pakaian kami dan keluar meuju ruang tamu..dimana Kak Rina menunggu..

Togel Senin - Melihat Kak Rina, Kak Rani tersenyum tersipu dan segera duduk di dekatnya. Sejenak mereka berdua saling berdiam diri tak tahu apa yang akan mereka bicarakan. Aku datang dan langsung duduk diantara mereka, kupeluk dan kucium mereka berdua bergantian. Kubisikan bahwa mulai hari ini kami bertiga menjadi kekasih.., kami harus menjaga rapat-rapat rahasia ini.

Tanpa malu-malu kusingkap rok depan mereka, tangan kanan dan kiriku segera bergerilya menyusup masuk ke dalam CD meraka, jari-jari tanganku beraksi memainkan kelentit dan mulutku aktif mencium mulut mereka bergantian.., sungguh sorga dunia yang tak terkira nikmatnya..

Sejak saat itu kami bertiga sering melakukan, paling sering kami lakukan di rumah Kak Rani saat suami Kak Rani ke kantor, di rumah kontrakkannku dan kadang di losmen. Rahasia itu kami jaga rapat-rapat.., hingga Yanti pun tak tahu apa yang telah kami perbuat selama ini.. Nomor Jitu

Mantan Pacarku yg hampir kunikahi..


Dulu masih ada mIRC kan? Pasti semua yang akrab dengan dunia perchatingan tau applikasi ini

SarangTogel - Gw iseng chating sambil iseng-iseng browsing, waktu itu gw ngekost di deket Hayam Wuruk, disana warnet itu masih jarang, dan singkatnya gw chating ama cewe ngakunya umur 26 Tahun, Tinggi Badan 165, berat 47kg dan ukuran Bra 34B, sebut aja Alya (bukan nama sebenarnya) dia ngakunya kerja di kantor Pengacara di bilangan Jakarta Selatan

Hasil dari obrolan chating malem itu, standar aja, saling tukeran nama, tukeran nomer HP, abis chatting gw sempet telepon dia buat mastiin apa bener si doi ini cewe asli (sebab gw pernah ketipu euy... ngakunya cewe pas ditelpon malah suara cowo sambil bilang "salah sambung" hahahhaha) ternyata pas di telepon ternyata bener, yang angkat Alya, dia juga langsung tau kalo yang telp itu gw, sebab dari pengakuannya dia gak banyak chat ama orang lain, jadi dia tentu inget ama gw, suaranya halus kecil, abis telp bentar lanjut sms-an sampe gw balik ke kost dan tidur.

Togel Singapore - Besoknya, pas gw di Kantor, dia sms lagi, nanya apa udah makan siang or blm, gw jawab gw gak sempet makan sbb saat itu kerjaan gw lagi banyak, terus dia tanya, apa mau kapan-kapan makan siang bareng, gw jawab mau banget, tapi yang jadi pikiran gw, dia kan jauh di Jaksel, sementara gw di Jakbar, waktu makan siang kalo cuma sejam ya abis di jalan doank wong Jakarta kan macet, dia bilang makan siangnya jum'at aja, jadi abis jum'atan dia gak balik lagi ke kantor alias izin setengah hari, gw tanya apa boleh dia begitu? Dia bilang boleh kok.. ya udah

Tapi acara makan siang itu gak pernah terjadi, sbb sama-sama sibuk, udah 3 minggu dari sejak chat, yang ada malah jadi lebih sering sms-an ama telponan terus, lama-lama gw penasaran, ini cewe ngakunya gak ngekost tapi tinggal ama sodaranya di selatan juga, sampe satu hari di minggu ke-4 dia sms, kalo dia ama temennya ada acara di Gajah Mada Plaza, lha deket ama gw, terus acaranya kelar jam 8 malem, gw coba ajak dia supaya mau maen ke kostan gw, secara dia ama temennya juga, dan akhirnya jam 8:30 dia datang ke kostan gw ama temennya.... Togel Singapura

Togel SGP - Pertama kali datang, kita salaman, gw ajak ke kamar, sebab kamar gw di lantai 2, nah disana ngobrol ngalor ngidul kurang lebih 2 jam, anaknya riang, wajahnya manis, kulitnya gak putih tapi cendrung kuning langsat (bukan kuning bangsat yee) tinggi sesuai ama yang dia sebut pas chating, rambut panjang, buah dada keliatan proporsional banget and nafsuin, cuma karena itu pertemuan pertama plus ada temennya, ya terpaksa gw jaim dulu meski sebenernya gw udah mupeng hehehhe


Singkatnya abis selesai ngobrol segala macam dan dia balik, pas masih di jalan dia sms gw, kapan-kapan mau maen lagi tapi sendiri, gw bilang oke, sambil dalem hati gw mikir wah ini gw gak sabar nih nunggu kesempatan kek gini... heheheh, saat itu gw emang lagi gak punya pacar sbb baru putus 4 bulanan dari cewek gw sebelumnya, jadi ya udah kebetulan  Togel Hongkong

Akhirnya saat itu pun tiba, 2 minggu sejak dia datang ama temennya ke kost gw, dia bilang mau maen ke kost gw langsung dari kantor dan sendirian.. pas waktu itu gw lagi cuti alias gak masuk kantor, jadi gw emang gak kemana-mana, dia datang udah hampir magbrib, langsung gw ajak ke kamar gw di lantai 2... Togel HK

Dia datang masih pake blazzer tapi bawahannya celana, seksi banget, rambutnya yg sepunggung di gerai, plus wangi parfum tambah bikin si otong ngaceng.. Togel Sydney

Pas di kamar, ngobrol sambil bercanda-bercanda, dia tanya apa gw udah punya cewe apa blm, gw jawab baru putus, sementara dia bilang dia udah 1 tahun gak punya pacar, gw dengerin aja dia cerita sambil tiduran, tangan gw mulai coba meluk dia supaya badannya deket ama gw, dia ketawa sambil bilang gw genit, tapi dia gak nolak, malah sambil ngelus-ngelus punggung gw, otomatis tangan gw makin berani, gw coba lepas blazzernya, dia gak nolak, malah dia bangun buat buka blazernya sendiri, abis itu dilempar ke samping kasur, begitu blazer dia buka, gw makin spanneng, tangan dia mulus plus ada bulu-bulu halusnya, gw langsung cium aja bibir dia sambil gw tidurin dia di kasur, dia cuma bales dikit-dikit doank, begitu tangan gw masuk ke tanktop dia mo coba remes buah dada, dia bilang stop, gw kira dia marah, tapi ternyata enggak, sambil gerakan seksi, dia buka tanktop dan branya, langsung nongol deh itu buah dada 34B yang pentilnya masih kecil seujung jari kelingking gw, warnanya emang bukan pink, tapi coklat kemerahan, tanpa ba bi bu lagi, gw langsung sosor itu nenen seger, dia mendesah-desah sambil "aduh.. sstt.. aduh... ahh.. terus, enakkkk" katanya, sambil gw remes gantian itu nenen, gw coba buka celana kerja dia, lagi-lagi dia gak nolak, dia malah angkat pantatnya buat supaya gampang celana ditarik, model celana dalemnya dia bikin si otong gw tambah tegang, seksi banget, mana pahanya mulus dan jenjang, mulut gw langsung ke bawah, gw singkapin itu CD, gw cium, gak berbau sama sekali, ya udah gw terusin lidah gw maen di memeknya sambil tangan gw yang satu tetep remes dadanya, dia menggelinjang-gelinjang gak karuan sambil tangannya ngejambak rambut gw, pala gw diteken supaya tambah rapet ke memeknya, sambil dia aduh-aduhan terus makin lama makin kenceng..

Togel Genting - Sbb dia gak tahan, lantas dia bangun dan buka kaos gw ama celana gw dan dia nyuruh gw tiduran, dia buka celana dalam gw, sambil ngomong "wow..." abis itu si otong gw diemut-emut sama dia, isepannya mantap bener, sepertinya udah ahli bener sampe si otong bener-bener keras banget, gw yang merem melek sambil megangin rambut dia yang panjang supaya gak ganggu kegiatan isep otong....

Sbb gw udah horny banget, gw udahin isepnya, gw tarik si otong dari mulutnya, gw tidurin dia telentang, dia ngerti, dia buka celana dalemnya sendiri, sambil buka pahanya, gw coba masukin, uh sempit, sekitar 5 kali meleset tusukan gw, akhirnya pas ke 6 kali masuk pala si otong, itupun kayak digencet saking sempitnya ampe gw meringis antara enak dan ngilu, padahal dia bukan perawan lagi


Abis si otong masuk kepalanya gw tarik lagi, gw basahin pake ludah dikit, abis itu gw masukin lagi, lumayan lancar meski harus pelan-pelan, sampe proses tarik dorong-tarik dorong akhirnya amblaslah si otong ditelen memeknya dia, dan hal yang gw makin demen, begitu si otong masuk, lobang mekinya kerasa banget ketat mencengkram si otong gw, sampe si otong gw makin keras rasanya di dalem, sementara dia udah merem melek sambil aduh-aduhan makin kenceng, mulailah gw genjot si otong keluar masuk, dia meluk gw kenceng sambil merintih-rintih "aduh...aduh... titit kamu gede banget mas.. keras banget.... enak" denger kayak gitu makinlah gw semangat genjot.. sampe suara selangkangan beradu selangkangan.. "plok..plok..plok.." gak lama dia badanya melengkung sambil ngejerit.... "aaaaaahh.... aohhhhhh.... ihhhh... aduh...ahahhh" kepalanya geleng ke kanan dan ke kiri sambil tangannya neken pantat gw supaya si otong masuk makin dalem... abis itu dia lemes sambil buka mata cium bibir gw.... "kamu hebat mas..." dia orgasme duluan

Abis itu gw pengen ganti gaya, pake WoT, gw balikin dia jadi diatas gw, sementara dia goyangin pantatnya kayak ngulek si otong, tangan gw betah remes-remes nenen sambil sesekali gw tarik tengkuknya supaya bisa cium bibir dia, sekitar 15 menit diatas, dia orgasme kedua... mukanya merah sambil jerit agak kenceng sampe gw takut kedengeran kamar sebelah... dan lobang memeknya kerasa kayak ngurut-ngurut si otong kenceng banget... abis itu dia ambruk.. tapi dia bilang "mau lagi mas...enak.." langsung gw balikin ke posisi missonary lagi, sambil gw cium bibirnya, gw genjot pake RPM tinggi lagi-lagi dia mengaduh sambil meluk kenceng... begitu gw kerasa si otong udah berdenyut mau keluar, dia tahan badan gw, dia kunci pinggul gw, sambil dia bilang "ayo keluarin yang banyak massss....di dalem aja biar enak.. ayo mass" gw yang udah gak tahan sambil gw peluk kenceng, gw pentokin si otong sedalem-dalemnya "crott...crott...crott...crott... crott.. crott..." banyak banget sperma yang gw tumpahin di dalem memeknya dan dia tambah goyangin pinggulnya sambil mendesah "emmm... ihh... uhhhh... ouhhhhh.... enak anget masss" abis itu gw ambruk dan cuma denger suara jantung gw ama dia kenceng banget sambil ngos-ngosan Togel Milan

Karena dia gak bisa nginep (waktu itu mungkin masih jaim kali) ham 11 malem dia balik naik taksi, dengan alasan takut saudaranya curiga sbb gak ada persiapan

Sejak saat itu, kita rutin ngewe kadang 2 hari sekali, kadang seminggu 2 kali, terakhir gw pindah kost ke Jakarta Utara, dan gw lupa ngabarin dia, karena ngedadak juga, sebab di tempat kost gw rembes air dari kamar mandi, meski udah ditambalpun masih rembes, ternyata dia nyariin gw, dan pas gw inget, gw kasih tau tempat kost gw yang baru. Tempat kost yang baru ini lebih gede kamarnya and privasinya lebih bagus, hasilnya dia datang tiap jum'at siang menjelang sore, dan balik minggu Sore, ya udah kita ngewe terus beronde-ronde sampe pinggang gw pegel kayak dihantem kereta api hahhahahaa, tapi dia pinter banget mijitin gw, masakin gw yang begizi buat asupan supaya seimbang ama peju yang keluar mulu.. hahahaha

kita pacaran 2 tahunan lebih, kalo jenuh ngewe di kost, sengaja check in, atau ke Puncak, Bandung Cipanas Garut, sampe akhirnya dia balik ke Sulawesi sana, kata sodaranya yang telepon gw sih dia mau nikah sbb dijodohin ama keluarganya gitu deh, padahal tadinya gw dan dia sepakat mau nikah, tapi sayang bukan jodoh....( Agen Togel )

Sejak saat itu gw gak pernah lagi ketemu dia, bahkan semua nomer telponnya udah gak aktif, dan akhirnya gw kembali jomblo sambil nerusin hidup gw....